Semen (diucapkan SEE-men atau SEE-mən) adalah cairan yang keluar dari ujung penis pria ketika dia mengalami orgasme (puncak kegembiraan seksual) dan berejakulasi. Cairan ini biasanya berwarna putih atau kekuningan, zat lengket yang terdiri dari sperma (sel laki-laki untuk reproduksi seksual) yang mengambang dalam cairan yang disebut plasma mani yang mengandung air dan berbagai bahan kimia di dalamnya. Biasanya, ejakulasi menghasilkan antara 1,5 dan 5 mililiter (hingga satu sendok teh) air mani.

Beberapa ilmuwan berpikir bahwa air mani yang masuk ke dalam tubuh wanita menyebabkan dia tidak merasa tertekan atau sedih. Di sisi lain, jika air mani menyentuh tubuh orang lain, dapat menularkan infeksi menular seksual (IMS). Dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh orang lain menjadi lebih lemah, atau menyebabkan orang tersebut memiliki reaksi alergi. Risiko terjadinya masalah kesehatan ini dapat dikurangi jika pria memakai kondom saat berhubungan seks.

Banyak budaya di seluruh dunia pernah berpikir atau masih berpikir bahwa air mani memiliki kualitas khusus atau bahkan magis. Menampilkan air mani dalam bentuk budaya populer seperti seni dan film telah lama menjadi hal yang tabu, yaitu tidak diterima secara umum oleh masyarakat. Namun, sejak akhir abad ke-20, para seniman dan pembuat film lebih sering melakukannya.