Segregasi rasial berarti memisahkan orang karena ras mereka. Segregasi itu legal dan normal di banyak negara di seluruh dunia, selama bertahun-tahun. Misalnya, sampai tahun 1964, masih legal untuk memisahkan orang kulit putih dan Afrika-Amerika di beberapa negara bagian. Di Afrika Selatan, dari tahun 1940-an sampai tahun 1990-an, sebuah sistem yang disebut apartheid memisahkan orang Afrika Selatan kulit putih dan kulit hitam. Segregasi rasial telah terjadi di banyak negara lain, sepanjang sejarah.

Segregasi tidak sesederhana memiliki tempat yang "terpisah tetapi setara" untuk orang-orang dari ras yang berbeda. Segregasi terjadi ketika suatu negara atau masyarakat memandang satu ras lebih baik daripada ras lainnya. Tujuan segregasi adalah untuk menjauhkan ras "inferior" dari ras yang "lebih baik". Karena satu ras dipandang sebagai "inferior", orang-orang dari ras tersebut tidak diperlakukan dengan baik. Mereka mengalami diskriminasi. Seringkali mereka tidak diberi hak-hak dasar, seperti hak untuk memilih. Seperti yang dikatakan oleh seorang hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat dalam sebuah kasus tentang segregasi di sekolah: "Fasilitas terpisah [selalu] tidak setara." Banyak hal yang menghentikan segregasi, seperti Martin Luther King dan Rosa Parks. Mereka banyak membantu dengan berbicara untuk pihak mereka, meskipun mereka tahu bahwa mereka akan mendapat masalah. Rosa Parks membuat setiap orang kulit hitam berhenti menggunakan bus sampai perusahaan bus kehabisan uang (sebagian besar uang mereka berasal dari orang kulit hitam). Hal ini berhasil dan orang-orang kulit hitam diizinkan untuk menggunakan bus tanpa pemisahan.