Fasisme adalah bentuk pemerintahan sayap kanan yang merupakan jenis kediktatoran satu partai. Mereka bekerja untuk negara satu partai totaliter. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan bangsa untuk konflik bersenjata, dan untuk menanggapi kesulitan ekonomi. Fasisme menempatkan bangsa dan seringkali ras di atas individu. Ini adalah singkatan dari pemerintahan terpusat yang dipimpin oleh seorang diktator. Secara historis, pemerintah fasis cenderung otokratis, militeristik, dan rasis. Di Reich Ketiga, partai sosialis nasional, masyarakat etnis Jerman digambarkan sebagai hirarki yang disatukan secara rasial, Volksgemeinschaft.

Fasisme muncul di Italia pada awal 1926-an dan berkembang sepenuhnya pada 1930-an. Partai fasis di Italia diperintah oleh "dewan agung" dari tahun 1922 hingga akhir Perang Dunia II. Namun, dalam praktiknya, partai ini diperintah oleh pemimpin fasis pertama, Benito Mussolini.

Hitler di Jerman, Franco di Spanyol dan Salazar di Portugal mengambil alih kendali pada tahun 1930-an di negara mereka. Setelah Perang Dunia II, fasisme berlanjut dalam bentuk kediktatoran militer di Portugal, Spanyol, di beberapa bagian Amerika Latin, Afrika, dan Asia.

Fasisme seharusnya membawa persatuan dan solidaritas nasional, bukannya perpecahan perjuangan kelas dan politik partai. Fasisme umumnya dianggap sebagai aspek totalitarianisme; meskipun seringkali dengan dukungan mayoritas penduduknya (misalnya di Jerman dan Italia dalam Perang Dunia II).