Arsitektur Gotik adalah cara perencanaan dan perancangan bangunan yang berkembang di Eropa Barat pada Abad Pertengahan Akhir. Arsitektur Gotik tumbuh dari arsitektur Romawi, di Perancis pada abad ke-12. Arsitektur Gotik menyebar ke seluruh Eropa dan bertahan hingga abad ke-16 ketika arsitektur Renaisans menjadi populer.

Fitur tunggal yang penting dari arsitektur Gotik adalah lengkungan runcing, yang merupakan perbedaan utama dari arsitektur Romawi yang memiliki lengkungan bulat. Fitur penting lainnya adalah kubah bergaris, flying buttress, dan jendela dengan pola renda batu yang disebut tracery.

Banyak katedral, biara, dan gereja-gereja besar di Eropa berarsitektur Gotik. Ini juga merupakan arsitektur dari banyak kastil, istana, balai kota, universitas, dan juga beberapa rumah.

Banyak bangunan gereja yang masih tersisa dari periode ini. Bahkan gereja Gotik terkecil pun sering kali sangat indah, sementara banyak gereja dan katedral Gotik yang lebih besar dianggap sebagai karya seni yang tak ternilai harganya. Banyak yang terdaftar di Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai Situs Warisan Dunia.

Pada abad ke-19, gaya Gothic menjadi populer lagi, khususnya untuk membangun gereja dan universitas. Gaya ini disebut arsitektur Gothic Revival.