Perang Salib adalah sekelompok perang atas pandangan agama antara populasi Kristen dan Muslim di Eropa dan Asia Barat. Perang ini dimulai terutama karena memperebutkan daerah yang dianggap sebagai Tanah Suci. Baik Muslim maupun Kristen menganggap tanah yang sama suci karena alasan-alasan seperti kebangkitan Yesus dan Muhammad berkunjung ke sana. Delapan ekspedisi perang salib besar terjadi selama tahun 1096 hingga 1291. Tanah Suci masih berada di tempat yang sangat penting bagi tiga agama monoteistik utama: Islam, Yahudi, dan Kristen. Ada banyak situs keagamaan penting di Tanah Suci. Ini adalah tanah yang sekarang disebut Israel. Yerusalem, Nazaret, Betlehem dan situs-situs religius lainnya jatuh di bawah kendali umat Islam selama masa kekhalifahan Omar.

Ada banyak perang salib yang berbeda. Perang Salib yang paling penting dan terbesar terjadi dari abad ke-11 hingga abad ke-13. Ada 9 perang salib besar selama masa ini. Mereka diberi nomor 1 sampai 9. Ada juga banyak Perang Salib yang lebih kecil. Beberapa Perang Salib bahkan terjadi di Eropa (misalnya, di Jerman, Austria dan Skandinavia). Perang Salib yang lebih kecil terus berlanjut hingga abad ke-16, sampai Renaissance dan Reformasi.

Kata "Perang Salib" terkait dengan kata "Salib", dan berarti perang suci Kristen. Ada juga kata Arab "Jihad", yang berarti berjuang dan berjuang oleh umat Islam. Semua pihak (Kristen, Muslim, dan Yahudi) sangat percaya pada agama mereka. Mereka juga memiliki alasan politik untuk berperang.