Ahli kimia perlu memahami geometri MO untuk membahas struktur molekul. Metode LCMO (Kombinasi linear orbital molekul orbital atomik) memberikan deskripsi MO yang kasar namun baik. Dalam metode ini, orbital molekul dinyatakan sebagai kombinasi linier dari semua orbital atom dari setiap atom dalam molekul.
Kombinasi linear dari orbital atom (LCAO)
Orbital molekul pertama kali diperkenalkan oleh Friedrich Hund dan Robert S. Mulliken pada tahun 1927 dan 1928.
Kombinasi linear orbital atom atau pendekatan "LCAO" untuk orbital molekul diperkenalkan pada tahun 1929 oleh Sir John Lennard-Jones. Makalah terobosannya menunjukkan bagaimana menurunkan struktur elektronik molekul fluor dan oksigen dari prinsip-prinsip kuantum. Pendekatan kualitatif untuk teori orbital molekuler ini adalah bagian dari awal kimia kuantum modern.
Kombinasi linear orbital atom (LCAO) dapat digunakan untuk menebak orbital molekul yang dibuat ketika atom-atom molekul berikatan bersama. Mirip dengan orbital atom, persamaan Schrodinger, yang menggambarkan perilaku elektron, dapat dibangun untuk orbital molekul juga. Kombinasi linear orbital atom, (jumlah dan perbedaan fungsi gelombang atom) memberikan solusi perkiraan untuk persamaan Schrodinger molekuler. Untuk molekul diatomik sederhana, fungsi gelombang yang Anda dapatkan diwakili secara matematis oleh persamaan
Ψ = ca ψa + cb ψ b
dan
Ψ* = ca ψa - cb ψ b
di mana Ψ dan Ψ* masing-masing adalah fungsi gelombang molekul untuk orbital molekul bonding dan antibonding, ψa dan ψb masing-masing adalah fungsi gelombang atom dari atom a dan b, dan ca dan cb adalah koefisien yang dapat disesuaikan. Koefisien-koefisien ini bisa positif atau negatif, tergantung pada energi dan simetri orbital atom individu. Ketika dua atom menjadi lebih dekat bersama, orbital atom mereka tumpang tindih untuk menghasilkan area dengan kepadatan elektron yang tinggi. Jadi, orbital molekul terbentuk di antara dua atom. Atom-atom disatukan oleh tarikan elektrostatik antara inti bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang menempati orbital molekul ikatan.
MO ikatan, antibonding, dan non-ikatan
Ketika orbital atom berinteraksi, orbital molekul yang dihasilkan dapat terdiri dari tiga jenis: ikatan, antibonding, atau nonbonding.
MO ikatan:
- Interaksi ikatan antara orbital atom adalah interaksi konstruktif (dalam fase).
- MO ikatan lebih rendah energinya daripada orbital atom yang bergabung untuk menghasilkannya.
MOs yang tidak berikatan:
- Interaksi antibonding antara orbital atom adalah interaksi destruktif (di luar fase).
- MO antibonding lebih tinggi energinya daripada orbital atom yang bergabung untuk menghasilkannya.
MO yang tidak mengikat:
- MO nonbonding adalah hasil dari tidak adanya interaksi antara orbital atom karena kurangnya simetri yang kompatibel.
- MO yang tidak berikatan akan memiliki energi yang sama dengan orbital atom dari salah satu atom dalam molekul.
HOMO dan LUMO
Setiap orbital molekul memiliki tingkat energinya sendiri. Ahli kimia mengurutkan MO berdasarkan tingkat energi. Ahli kimia berasumsi bahwa elektron akan mengisi MO tingkat energi terendah terlebih dahulu. Misalnya, jika molekul memiliki elektron untuk mengisi 15 orbital, 15 MO dengan tingkat energi terendah akan terisi. MO ke-15 dalam daftar akan disebut "orbital molekul terisi tertinggi" (HOMO) dan MO ke-16 dalam daftar akan menjadi "orbital molekul tidak terisi terendah" (LUMO). Perbedaan tingkat energi HOMO dan tingkat energi LUMO disebut celah pita. Celah pita kadang-kadang dapat berfungsi sebagai ukuran rangsangan molekul: semakin kecil energinya, semakin mudah ia akan tereksitasi. Ketika elektron tereksitasi, elektron akan melompat ke MO yang tidak dihuni. Misalnya, ini dapat membantu menebak apakah sesuatu akan mengeluarkan cahaya (luminescence).