Pada manusia, pupil dapat memberi tahu kita banyak hal tentang seberapa sehat otak seseorang. Sebagai contoh:
Ukuran
Pupil normal berukuran sekitar 4mm. Pupil yang berukuran normal disebut "biasa".
Pupil yang keduanya "pinpoint" (seukuran ujung peniti - sekitar 1mm) adalah tanda bahwa seseorang mungkin memiliki salah satu dari masalah ini:
- Mereka telah overdosis opiat (seperti heroin atau oksikodon)
- Mereka telah diracuni dengan jenis bahan kimia yang disebut organofosfat, yang mencakup hal-hal seperti beberapa pestisida serta gas saraf seperti sarin.
- Mereka mengalami pendarahan di bagian batang otak mereka yang disebut pons (ini sangat jarang terjadi)
Pupil mata seseorang mungkin juga lebih kecil daripada biasanya jika mereka berada dalam cahaya yang sangat terang.
Pupil yang "melebar" (lebih besar dari biasanya, hingga 8mm) adalah tanda bahwa seseorang mungkin memiliki salah satu dari masalah ini:
Pupil mata seseorang mungkin juga melebar jika mereka berada di tempat gelap, atau jika mereka telah menggunakan beberapa jenis obat tetes mata.
Kesetaraan
Pada kebanyakan orang sehat, pupil harus berukuran sama ("sama"). Pupil yang "tidak sama" (yang satu lebih besar dari yang lain) biasanya merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan otak. Misalnya, otak mereka mungkin terluka, atau mereka mungkin mengalami stroke.
Namun demikian, hingga 20% orang sehat memiliki pupil yang ukurannya berbeda. Pada orang-orang ini, hal ini normal dan tidak menandakan adanya masalah. Biasanya, hanya ada sedikit perbedaan ukuran.
Bentuk
Pupil mata yang sehat berbentuk bulat. Bila salah satu pupil memiliki bentuk yang berbeda, biasanya orang tersebut mengalami cedera pada mata.
Reaktivitas
Apabila cahaya disorotkan pada salah satu pupil, kedua pupil akan mengecil pada saat yang sama. Ketika cahaya dihilangkan, kedua pupil akan membesar pada saat yang sama. Hal ini disebut "reaktif cahaya" (pupil bereaksi terhadap perubahan cahaya).
Jika kedua pupil berubah ukuran pada saat yang sama, tetapi perubahan terjadi secara perlahan, pupil disebut "lamban". Hal ini bisa menjadi tanda penggunaan obat terlarang, hipoksia (tidak mendapatkan cukup oksigen ke otak), atau cedera.
Jika hanya satu pupil yang berubah ukurannya, biasanya ada masalah dengan otak, atau dengan saraf optik (saraf yang berjalan dari otak ke mata).
Jika tidak ada pupil yang berubah bentuk ketika cahaya disorotkan ke dalamnya, pupil disebut "tetap". Ini adalah tanda adanya masalah otak yang sangat serius. Otak seharusnya membuat pupil berubah bentuk, jadi jika ini tidak terjadi, berarti otak tidak bekerja secara normal. Apabila seseorang dalam keadaan koma atau telah meninggal, pupil matanya akan tetap dan melebar (besar).
Murid yang sehat
Karena otak mengendalikan pupil, maka pupil yang sehat adalah salah satu tanda otak yang sehat. Para profesional medis menggambarkan pupil yang sehat dengan singkatan PERRL:
- Murid-murid adalah
- Sama,
- Bulat,
- Reguler, dan
- Reaktif terhadap cahaya
· Hewan dengan pupil non-lingkaran
· 
Buaya dengan pupil bercelah vertikal
· 
Sotong dengan pupil berbentuk W
· 
Seekor tokek dengan pupil 'untaian mutiara'
· 
Seekor kucing dengan pupil bercelah vertikal
· 