Tokek adalah kadal berukuran kecil hingga sedang. Ada 1196 jenis tokek yang berbeda, sebagian besar dalam subordo Gekkota. Mereka hidup di banyak negara yang hangat dan biasanya terjaga pada malam hari. Beberapa jenis tokek masuk ke rumah-rumah penduduk. Hemidactylus frenatus adalah tokek rumah yang umum. Orang sering senang memilikinya, karena tokek memakan banyak serangga.
Tidak seperti kebanyakan kadal, tokek memiliki suara. Tokek bersuara sedikit seperti burung atau katak. Dalam beberapa bahasa, kadal-kadal ini memiliki nama yang terdengar seperti panggilan mereka, misalnya, baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia menyebut satu jenis tokek (gek KO) dan tokay (to-KAY). Jenis tokek lainnya, dengan suara yang berbeda, disebut chicak (CHEE chak).
Sebagian besar tokek bertelur, tetapi beberapa melahirkan anak yang masih hidup.
Tokek tidak memiliki kelopak mata. Sebaliknya, mereka memiliki selaput bening (kulit) di atas mata mereka. Mereka menjilat selaput tersebut hingga bersih dengan lidah mereka. Seperti kebanyakan kadal, mereka dapat meregenerasi ekornya jika diperlukan. Ekor mereka juga membantu mereka menyeimbangkan dan menyimpan lemak. Tokek juga melepaskan kulit mereka, seperti banyak reptil lainnya. Tokek juga dapat mengganti gigi mereka setiap beberapa bulan.
Banyak jenis tokek yang bisa berjalan di atas pohon, dinding, jendela, dan langit-langit. Kaki tokek membentuk ikatan molekuler dengan permukaan tempat mereka berjalan untuk "menempel" pada permukaan. Gaya ini disebut gaya van der Waal, mereka bisa melakukan ini karena mereka memiliki bantalan jari kaki khusus. Mikroskop dapat menunjukkan bahwa setiap bantalan jari kaki terbuat dari ribuan struktur seperti rambut yang disebut setae. Masing-masing struktur ini bercabang menjadi banyak ujung yang lebih kecil yang disebut spatula. Sisa kulit mereka juga ditutupi rambut-rambut yang sangat kecil, yang membuat tokek sulit basah. Kulit tokek juga dapat membunuh bakteri.