Bidah adalah kata yang digunakan oleh kelompok agama yang berbeda, digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki gagasan yang berbeda dari apa yang diajarkan oleh agama atau hukum. Orang seperti itu dikenal sebagai bidat.
Pada Abad Pertengahan, tidak jarang menuduh seseorang melakukan bid'ah. Jika tuduhan itu dapat dibuktikan, pelakunya akan menjalani ritual. Karena penyiksaan bisa digunakan, tuduhan itu sering terbukti. Ritual itu dilakukan untuk menyelamatkan jiwa penjahat yang dihukum. Ritual ini melibatkan pembakaran sambil diikat ke tiang.
Masih di abad ke-21, Muslim yang murtad sering diperlakukan dengan sangat keras dan sering dibunuh.
Yesus Kristus sendiri dianggap sebagai seorang bidat oleh para pemimpin Yahudi pada saat itu - lihat Injil Matius 26:57-67
Gereja Katolik Roma pada masa-masa awal memiliki masalah besar dengan doktrin-doktrin kristologi sesat, seperti Monofisitisme dan Arianisme. Gereja melihat beberapa ajaran sesat dalam Protestanisme:
- Protestan mengklaim hanya kitab suci (Alkitab) yang relevan untuk iman (sola scriptura); Gereja Katolik mengatakan tradisi juga penting.
- Protestan mengatakan bahwa kepercayaan sudah cukup untuk diselamatkan (sola fide). Katolik mengatakan bahwa perbuatan baik juga diperlukan.
- Protestan mengatakan bahwa siapa pun bisa menjadi imam; satu-satunya persyaratan adalah bahwa orang tersebut dibaptis. Di gereja Katolik dan Ortodoks, imam ditahbiskan. Ini berarti bahwa beberapa orang bukan imam, meskipun mereka telah dibaptis.
- Menurut Protestan, tidak ada Transubstansiasi selama misa (liturgi).
- Missal Romawi mengandung ajaran sesat, menurut Protestan
Sebagai hasil dari Reformasi Protestan, Kongregasi untuk Ajaran Iman dibentuk di Gereja Katolik Roma yang melindungi Gereja dari ajaran sesat. Kongregasi ini adalah instansi terakhir yang memutuskan apa yang merupakan ajaran sesat, dan bagaimana cara menanganinya.


