Pendekatan ilmiah
Psikologi adalah jenis ilmu pengetahuan, dan psikolog penelitian menggunakan banyak jenis metode yang sama dengan yang digunakan oleh para peneliti dari ilmu alam dan sosial lainnya.
Psikolog membuat teori untuk mencoba menjelaskan perilaku atau pola yang mereka lihat. Berdasarkan teori mereka, mereka membuat beberapa prediksi. Mereka kemudian melakukan eksperimen atau mengumpulkan jenis informasi lain yang akan memberi tahu mereka apakah prediksi mereka benar atau salah.
Beberapa jenis eksperimen tidak dapat dilakukan pada manusia karena prosesnya akan terlalu lama, mahal, berbahaya, tidak adil, atau tidak etis. Ada juga cara-cara lain yang digunakan para psikolog untuk mempelajari pikiran dan perilaku secara ilmiah, dan menguji teori-teori mereka. Psikolog mungkin menunggu beberapa peristiwa terjadi dengan sendirinya; mereka mungkin melihat pola di antara kelompok-kelompok orang yang ada di lingkungan alami; atau mereka mungkin melakukan eksperimen pada hewan (yang bisa lebih sederhana dan lebih etis untuk dipelajari).
Psikologi juga memiliki kesamaan dengan ilmu pengetahuan alam. Misalnya, teori psikologi yang baik mungkin saja bisa dibuktikan salah. Sama seperti dalam ilmu pengetahuan alam, sekelompok psikolog tidak pernah bisa sepenuhnya yakin bahwa teori mereka adalah teori yang benar. Jika suatu teori dapat dibuktikan salah, tetapi eksperimen tidak membuktikannya salah, maka kemungkinan besar teori tersebut akurat. Ini disebut falsifiabilitas.
Psikolog menggunakan banyak alat sebagai bagian dari pekerjaan mereka sehari-hari. Psikolog menggunakan survei untuk menanyakan kepada orang-orang bagaimana perasaan mereka dan apa yang mereka pikirkan. Mereka mungkin menggunakan perangkat khusus untuk melihat otak dan melihat apa yang dilakukannya. Psikolog menggunakan komputer untuk mengumpulkan data saat mereka mengukur bagaimana orang berperilaku dalam menanggapi gambar, kata-kata, simbol, atau rangsangan lainnya. Psikolog juga menggunakan statistik untuk membantu mereka menganalisis data yang mereka dapatkan dari eksperimen mereka.
Pendekatan simbolis dan subjektif
Tidak semua psikologi adalah psikologi ilmiah. Psikologi psikodinamik dan psikologi mendalam melakukan hal-hal seperti menafsirkan mimpi orang untuk memahami pikiran bawah sadar, seperti dalam pendekatan psikologi yang lebih tua yang dimulai oleh Carl Jung yang secara khusus tertarik untuk menemukan metode untuk mengukur kepribadian seperti apa yang dimiliki orang.
Psikologi humanistik dan psikologi eksistensial juga percaya bahwa lebih penting untuk memahami makna pribadi daripada menemukan sebab dan akibat dari proses mental dan perilaku.