Pai cincang, juga dikenal sebagai 'pai cincang', adalah pai manis cincang berbahan dasar buah Inggris berukuran kecil. Biasanya disajikan selama musim Natal. Awalnya adalah pai gurih, sekarang menjadi pai manis.

Bahan-bahannya dapat ditelusuri hingga abad ke-13, ketika para tentara salib Eropa yang kembali membawa serta resep-resep Timur Tengah yang mengandung daging, buah-buahan dan rempah-rempah.

Pai cincang awal dikenal dengan beberapa nama, termasuk pai daging kambing, pai shrid dan pai Natal. Biasanya bahan-bahannya adalah campuran daging cincang, suet, berbagai buah-buahan, dan rempah-rempah.

Bahan-bahan untuk pai cincang modern dapat ditelusuri hingga kembalinya tentara salib Eropa dari Tanah Suci. Metode memasak Timur Tengah, yang terkadang menggabungkan daging, buah-buahan dan rempah-rempah, sangat populer pada saat itu. Pai dibuat dari campuran makanan manis dan gurih seperti itu; di Tudor Inggris, pai shrid (seperti yang dikenal saat itu) dibentuk dari daging suwir, suet dan buah kering. Penambahan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh dan pala adalah "sebagai tanda persembahan dari orang Majus Timur".

Pai-pai awal jauh lebih besar daripada yang ada saat ini, dan berbentuk lonjong. "Peti mati pai Natal kami, berbentuk panjang, meniru Cratch" (boks Yesus). Dalam buku-buku masak Inggris kuno, kulit pai umumnya disebut 'peti mati'.