Warna (atau pewarnaan) hewan dihasilkan oleh pantulan cahaya dari permukaan hewan. Cara hewan menghasilkan warna termasuk pigmen, kromatofor dan struktur lainnya, dan bioluminesensi.

Karena penglihatan biasanya sangat penting bagi hewan, dan sering digunakan oleh predator sebagai cara jarak jauh untuk menemukan mangsa, maka warna hewan harus memiliki satu atau lebih fungsi. Fungsi-fungsi ini, seperti menemukan mangsa, atau menghindari penangkapan, atau menemukan pasangan, sangat penting untuk kehidupan dan kelangsungan hidup. Oleh karena itu, warna hewan ditentukan oleh seleksi alam, karena warna mempengaruhi kelangsungan hidup hewan dan keturunannya.

Sebagian fungsi warna yang paling jelas adalah:

  1. Kamuflase: memungkinkan hewan untuk tetap tersembunyi dari pandangan
  2. Memberi sinyal kepada hewan lain
    1. Warna peringatan: memberi isyarat kepada hewan lain untuk tidak menyerang
    2. Mimikri: mengambil keuntungan dari warna peringatan spesies lain
    3. Seleksi seksual: menemukan pasangan
    4. Jenis-jenis isyarat lainnya
  3. Pengalihan
    1. Pertahanan kaget: kilatan warna atau bintik mata yang tak terduga
    2. Menyilaukan: membingungkan pemangsa dengan menggerakkan pola yang berani (seperti garis-garis zebra) secara cepat
  4. Perlindungan fisik: seperti manusia di iklim tropis memiliki pigmen kulit gelap yang melindungi dari sengatan matahari dan kanker kulit.
  5. Pewarnaan insidental. Hal ini umum terjadi pada tumbuhan, yang memiliki daun hijau karena klorofil berwarna hijau. Pada hewan, hal ini jarang terjadi, seperti memiliki darah merah (haem, yang dibutuhkan untuk membawa oksigen, berwarna merah). Namun, ketika warna merah muncul di permukaan, hal ini sering disebabkan oleh seleksi, seperti pada bibir merah manusia.

Fungsi warna yang paling umum adalah dalam hubungan predator-mangsa. "Adaptasi anti-predator terjadi di setiap bioma di dunia dan di hampir setiap kelompok taksonomi".

Warna hewan telah menjadi topik yang menarik dan penelitian dalam biologi sejak lama. Menurut teori seleksi alam Charles Darwin tahun 1859, fitur-fitur seperti pewarnaan berevolusi dengan memberikan keuntungan reproduksi bagi hewan-hewan individual. Misalnya, individu dengan kamuflase yang sedikit lebih baik daripada yang lain dari spesies yang sama, rata-rata akan meninggalkan lebih banyak keturunan.