Kebangkitan dinosaurus adalah istilah yang diciptakan dalam Scientific American edisi 1975 oleh Robert Bakker untuk menggambarkan minat baru dalam paleontologi. Hal ini berlangsung dari tahun 1970-an hingga sekarang. Hal ini disebabkan oleh peningkatan besar dalam penemuan dinosaurus, dan oleh ide-ide baru tentang bagaimana mereka hidup.
"Renaissance", sebuah kata yang berarti "kelahiran kembali", mengubah cara penggambaran dinosaurus baik oleh ilustrator profesional, maupun di mata publik.
Penemuan Deinonychus oleh John Ostrom pada tahun 1964 adalah salah satu penemuan fosil yang paling penting. Deinonychus adalah predator aktif yang jelas-jelas membunuh mangsanya dengan cara melompat dan menebas atau menusuk dengan "cakarnya yang mengerikan". Bukti gaya hidup yang benar-benar aktif termasuk untaian panjang tendon yang membentang di sepanjang ekornya, membuatnya menjadi penyeimbang yang kaku untuk melompat dan berlari. Salah satu kesimpulannya adalah bahwa setidaknya beberapa dinosaurus memiliki metabolisme yang tinggi, dan dalam beberapa kasus berdarah panas. Hal ini dipopulerkan oleh murid Ostrom, Robert Bakker. Kesan dinosaurus sebagai reptil yang lambat, berdarah dingin, dan berotak kecil perlu dipikirkan kembali, setidaknya untuk beberapa karnivora.

