Seni
Musik Mozambik bisa untuk banyak tujuan. Ini bisa bersifat religius atau untuk upacara tradisional. Alat musik biasanya buatan tangan. Beberapa alat musik yang digunakan termasuk drum yang terbuat dari kayu dan kulit binatang; lupembe, alat musik tiup yang terbuat dari tanduk binatang atau kayu; dan marimba, yang merupakan sejenis gambang yang berasal dari Mozambik. Marimba adalah alat musik yang populer di kalangan suku Chopi di pesisir tengah selatan. Mereka terkenal karena keterampilan musik dan tariannya.
Makonde terkenal dengan ukiran kayu dan topeng rumit yang biasa digunakan dalam tarian tradisional. Ada dua jenis ukiran kayu yang berbeda. Shetani, (roh jahat), yang sebagian besar diukir dengan kayu eboni yang berat, tinggi, dan melengkung elegan dengan simbol-simbol dan wajah-wajah yang tidak representasional. Ujamaa adalah ukiran jenis totem yang menunjukkan wajah-wajah manusia dan berbagai figur yang hidup. Patung-patung ini biasanya disebut "pohon keluarga" karena menceritakan kisah-kisah dari banyak generasi.
Selama tahun-tahun terakhir periode kolonial, seni Mozambik menunjukkan penindasan oleh kekuatan kolonial, dan menjadi simbol perlawanan. Setelah kemerdekaan pada tahun 1975, seni modern memasuki fase baru. Dua seniman Mozambik kontemporer Mozambik yang paling terkenal dan paling berpengaruh adalah pelukis Malangatana Ngwenya dan pematung Alberto Chissano. Seni selama tahun 1980-an dan 1990-an menunjukkan perjuangan politik, perang saudara, penderitaan, kelaparan dan perjuangan.
Tarian biasanya merupakan tradisi yang sangat berkembang di seluruh Mozambik. Ada banyak jenis tarian yang berbeda dari suku ke suku yang biasanya bersifat ritualistik. Suku Chopi, misalnya, memerankan pertempuran dengan mengenakan kulit binatang. Para pria Makua mengenakan pakaian dan topeng warna-warni sambil menari di atas panggung mengelilingi desa selama berjam-jam. Kelompok-kelompok wanita di bagian utara negara ini memiliki tarian tradisional yang disebut tufo, untuk merayakan hari-hari besar Islam.
Makanan
Karena Portugis berada di sana selama hampir 500 tahun, mereka sangat mempengaruhi masakan Mozambik. Tanaman seperti singkong (akar bertepung) dan kacang mete (Mozambik pernah menjadi penghasil kacang-kacangan terbesar), dan pãozinho dibawa oleh orang Portugis. Penggunaan rempah-rempah dan bumbu-bumbu seperti bawang merah, daun salam, bawang putih, ketumbar segar, paprika, cabai, paprika merah manis, dan arak diperkenalkan oleh orang Portugis. Begitu juga tebu, jagung, millet, beras, sorgum (sejenis rumput), dan kentang. Prego (bistik gulung), rissois (udang babak belur), espetada (kebab), pudim (puding), dan inteiro com piripiri yang populer (ayam utuh dalam saus piri-piri) adalah hidangan Portugis yang biasa disantap di Mozambik masa kini.
Hiburan
Sepak bola adalah olahraga paling populer di Mozambik.