Ukiran kayu adalah bentuk pengerjaan kayu dengan menggunakan alat pemotong. Pahat atau pisau adalah alat yang biasa digunakan: pahat bisa diketuk dengan palu kayu. Hasilnya adalah figur kayu, atau ornamen pahatan dari objek kayu. 'Ukiran kayu' juga bisa merujuk pada produk jadi.

Pembuatan patung kayu memiliki sejarah yang panjang. Kayu bertahan jauh lebih baik daripada bahan lainnya seperti batu dan perunggu. Kayu rentan terhadap pembusukan, kerusakan akibat serangga, dan kebakaran. Oleh karena itu, kita tidak tahu banyak tentang kayu dalam sejarah seni budaya yang lebih tua. Patung kayu di luar ruangan tidak bertahan lama di sebagian besar belahan dunia, sehingga kita hanya memiliki sedikit gambaran bagaimana tradisi tiang totem berkembang.

Banyak patung terpenting dari Tiongkok dan Jepang terbuat dari kayu, juga sebagian besar patung Afrika dan patung Oseania serta wilayah lainnya. Kayu itu ringan, sehingga cocok untuk topeng dan benda-benda lain yang dimaksudkan untuk dibawa. Kayu dapat menghasilkan detail yang sangat halus, dan juga jauh lebih mudah dikerjakan daripada batu.

Beberapa contoh terbaik dari ukiran kayu Eropa awal berasal dari Abad Pertengahan di Jerman, Rusia, Italia dan Perancis, di mana tema-tema khas zaman itu digunakan dalam ikon-ikon Kristen. Di Inggris, banyak contoh lengkap yang tersisa dari abad ke-16 dan 17, ketika kayu ek sering digunakan. Pada umumnya, ukiran yang sangat bagus dikerjakan dengan fruitwood (kayu pohon buah) karena mudah dikerjakan. Pemahat kayu yang terkenal, Grinling Gibbons, biasa bekerja dengan kayu kapur. Potongan-potongan yang rumit sering diukir dalam bagian-bagian terpisah yang kemudian disatukan.