Kata-kata kotor berarti kata-kata umpatan. Kata sifatnya adalah 'profan'. Kata-kata kotor, kata-kata kotor, kata-kata buruk, bahasa kotor, kecabulan, bahasa cabul, bahasa yang tidak senonoh, atau kata-kata yang meledak-ledak. Ini bisa disebut bersumpah, meskipun ini juga memiliki arti normal yaitu membuat "janji yang khidmat". Kata-kata kotor biasanya mengacu pada agama, seks, atau fungsi tubuh. Ini adalah hal-hal yang dirasakan orang dengan sangat kuat. Dalam beberapa bahasa, seperti bahasa Perancis, ada lebih banyak kata-kata kotor tentang agama daripada kebanyakan topik lainnya. Ini adalah makna aslinya, dari kata Latin yang berarti "di depan kuil".
Penghujatan agama disebut penistaan agama. Kata kerjanya adalah menghujat dan kata sifatnya adalah 'menghujat'. Mengatakan "Tuhan!" atau "Yesus Kristus!" sebagai ungkapan keterkejutan atau kejengkelan dianggap oleh banyak orang sebagai penghujatan, terutama karena salah satu dari Sepuluh Perintah Allah mengatakan untuk tidak menggunakan nama Tuhan "dengan sia-sia" (tanpa substansi atau tanpa relevansi). Bersumpah juga bisa dianggap salah oleh beberapa orang yang mengikuti ajaran Yesus yang menentang sumpah dalam Injil (seperti Matius 5:34).
Kata-kata kotor bisa berupa kata atau isyarat atau bentuk perilaku lainnya.
Kata-kata yang berbeda bisa menjadi tidak senonoh bagi orang yang berbeda, dan kata-kata apa yang dianggap tidak senonoh dalam bahasa Inggris dapat berubah dari waktu ke waktu.
Apakah suatu kata merupakan kata-kata kotor akan selalu bergantung pada cara berpikir orang. Beberapa orang akan tersinggung oleh sesuatu, sementara yang lain tidak. Kata-kata yang tidak boleh digunakan adalah kata-kata tabu. Menggunakan kata-kata seperti itu dianggap oleh sebagian orang sebagai dosa. Misalnya, sebagian orang Kristen dan sebagian Muslim percaya bahwa mengumpat adalah dosa.

