Reproduksi vegetatif adalah sejenis reproduksi aseksual. Hal ini dapat ditemukan pada tanaman, dan organisme yang lebih rendah, misalnya organisme uniseluler. Ini terjadi secara alami, dan juga dapat disebabkan dengan sengaja oleh ahli hortikultura. Reproduksi vegetatif menggunakan Mitosis. Ini berarti bahwa sel yang baru dibuat adalah klon, dan identik dengan sel induk.

Dengan proses ini, tanaman baru dapat tumbuh secara alami tanpa biji atau spora. Oleh karena itu, ini banyak digunakan terutama di bidang pertanian untuk menyebarkan pohon-pohon yang bernilai tinggi bagi perekonomian.

Apabila terjadi secara alami, bisa dengan cara yang berbeda-beda. Sebagian tanaman mengeluarkan akar baru di bawah tanah, memiliki umbi, atau menumbuhkan tanaman merambat dan tunas baru di atas tanah.

Dalam berkebun dan bertani, reproduksi vegetatif berarti memotong cabang pohon di bawah sendi tengahnya, menanamnya di tanah lain, dan membiarkannya membentuk akar baru. Dengan cara ini, banyak jenis tanaman yang bermanfaat dapat dengan mudah diperbanyak tanpa biji, misalnya: apel, alpukat, pisang, kakao, rami, jeruk/lemon, kurma, ara, anggur, almond, nanas, kentang, stroberi, tebu dan teh.