Tutu (tanaman)

Tutu adalah nama umum asal Māori untuk tanaman dalam genus Coriaria (Coriariaceae) yang ditemukan di Selandia Baru.

Enam spesies asli Selandia Baru dikenal dengan nama tersebut:

  • Coriaria angustissima
  • Coriaria arborea
  • Coriaria lurida
  • Coriaria plumosa
  • Coriaria pteridoides
  • Coriaria sarmentosa

Mereka adalah semak atau pohon; beberapa endemik Selandia Baru. Sebagian besar bagian tanaman beracun, mengandung tutin neurotoksin.

Baik biji maupun getah tutu sangat beracun, yang mengakibatkan banyak kematian ternak pada masa awal pemukiman Eropa. Setelah mengeluarkan biji beracun, orang Māori menyiapkan minuman dari buahnya, yang sering mereka rebus dengan sejenis rumput laut (rimu). Jelly yang dihasilkan (rehia) kemudian difermentasi.

Madu yang mengandung tutin dapat dihasilkan oleh lebah madu yang memakan melon yang dihasilkan oleh serangga penghisap getah wereng (Scolypopa australis) yang memakan tutu. Racun tersebut terdapat dalam getah semak Tutu. Getah ini dimakan oleh wereng, tetapi tidak semuanya dicerna. Getah yang tidak tercerna yang mengandung banyak gula tanaman serta tutin dikeluarkan sebagai melon ke daun-daun semak. Lebah kemudian mengumpulkan melon dan madu beracun adalah hasilnya.

Kematian terakhir yang tercatat akibat mengonsumsi madu yang mengandung tutin terjadi di Northland, Selandia Baru, pada tahun 1890, meskipun wabah sporadis keracunan madu beracun terus terjadi. Gejala keracunan meliputi mengigau, muntah-muntah, dan koma.

Coriaria arborea , tanaman tutu.Zoom
Coriaria arborea , tanaman tutu.

Pertanyaan dan Jawaban

T: Apa itu Tutu?


J: Tutu adalah nama umum yang berasal dari suku Māori untuk tanaman dalam genus Coriaria (Coriariaceae) yang ditemukan di Selandia Baru.

T: Ada berapa banyak spesies Tutu?


J: Ada enam spesies asli Tutu yang dikenal dengan nama: Coriaria angustissima, Coriaria arborea, Coriaria lurida, Coriaria plumosa, Coriaria pteridoides, dan Coriaria sarmentosa.

T: Apakah tanaman ini semak atau pohon?


J: Tumbuhan ini berupa semak atau pohon; beberapa di antaranya merupakan tumbuhan endemik Selandia Baru.

T: Racun apa yang dikandungnya?


J: Sebagian besar bagian tanaman mengandung tutin yang merupakan racun saraf.

T: Bagaimana orang Māori menggunakannya?


J: Setelah membuang bijinya yang beracun, orang Māori membuat minuman dari buahnya yang biasanya direbus dengan sejenis rumput laut (rimu). Jeli yang dihasilkan (rehia) kemudian difermentasi.

T: Bagaimana madu yang mengandung tutin dapat diproduksi?


J: Madu yang mengandung tutin dapat diproduksi oleh lebah madu yang memakan madu yang dihasilkan oleh serangga pengisap nira (Scolypopa australis) yang memakan tutu. Racun ada dalam getah semak Tutu yang dimakan oleh wereng ini tetapi tidak semua dicerna; getah yang tidak tercerna yang mengandung gula tanaman dan tutin diekskresikan sebagai melon pada daun di mana lebah mengumpulkannya dan menghasilkan madu yang beracun.

T: Kapan kematian akibat mengonsumsi madu beracun terakhir kali tercatat di Selandia Baru? J: Kematian terakhir yang tercatat akibat mengonsumsi madu beracun yang mengandung tutin terjadi di Northland, Selandia Baru, pada tahun 1890 meskipun wabah sporadis terus terjadi.

AlegsaOnline.com - 2020 / 2023 - License CC3