Puisi simfonik atau puisi nada adalah sepenggal musik orkestra yang memiliki cerita yang melekat padanya atau menggambarkan sesuatu seperti puisi atau lukisan atau ide apa pun yang bukan musik. Puisi simfonik adalah sejenis musik program (musik untuk instrumen yang memiliki ide di luar musik).
Puisi simfonik sebagian besar ditulis pada abad ke-19 pada masa yang dikenal sebagai periode Romantis. Biasanya, puisi simfonik terdiri atas satu gerakan yang berdurasi antara 10 hingga 20 menit. Beberapa yang terpanjang, seperti Ein Heldenleben karya Richard Strauss, jauh lebih panjang, seperti simfoni dengan empat gerakan yang saling bersambungan.
Ide ini dapat dilihat dalam overtures Beethoven yang menceritakan kisah opera atau drama yang akan dipentaskan. Komposer seperti Felix Mendelssohn kemudian mulai menulis overtures yang menceritakan sebuah kisah tetapi tidak melekat pada opera apa pun. Fingal's Cave (1832) menggambarkan lautan yang menjilat-jilat pada bebatuan gua di Hebrides Skotlandia.
Franz Liszt adalah komposer yang membuat puisi simfonik menjadi bentuk musik yang penting. Dia menulis dua belas karya yang disebutnya Symphonische Dichtung (puisi simfonik) karena musiknya berkembang dengan cara yang sama seperti dalam simfoni. Salah satu contohnya adalah Mazeppa (1851) yang menggambarkan puisi karya Victor Hugo tentang seekor kuda liar yang membawa seorang pria yang diikat padanya sampai ia diselamatkan oleh orang Ukraina dan dijadikan kepala suku mereka.
Komposer lain yang menulis puisi simfonik termasuk Sergei Rachmaninoff, Modest Mussorgsky, Camille Saint-Saëns, Claude Debussy, Jean Sibelius, Bedřich Smetana, Antonín Dvořák, Pyotr Tchaikovsky dan César Franck.
Pembukaan puisi nada Richard Strauss, Also sprach Zarathustra (1895-1896) telah menjadi sangat terkenal dalam beberapa tahun terakhir ini, melalui penggunaannya dalam film 2001: A Space Odyssey.