Fototropisme adalah pertumbuhan ke arah cahaya. Fototropisme umum terjadi pada tanaman, tetapi juga dapat terjadi pada organisme lain seperti jamur. Sel-sel pada tanaman yang terjauh dari cahaya memiliki hormon pertumbuhan tanaman yang disebut auksin, yang menyebabkan fototropisme terjadi. Ini menyebabkan tanaman memiliki sel yang memanjang di sisi terjauh dari cahaya.
Fototropisme adalah salah satu dari sekian banyak tropisme tumbuhan atau gerakan yang merespon rangsangan eksternal. Pertumbuhan ke arah sumber cahaya adalah fototropisme positif, sedangkan pertumbuhan menjauhi cahaya disebut fototropisme negatif. Sebagian besar tunas tanaman memiliki fototropisme positif. Akar biasanya memiliki fototropisme negatif, meskipun gravitropisme mungkin memainkan peran yang lebih besar dalam perilaku dan pertumbuhan akar. Beberapa ujung pucuk tanaman merambat menunjukkan fototropisme negatif, yang memungkinkan mereka tumbuh ke arah benda-benda gelap dan padat dan memanjatnya.
Auksin terkumpul terutama pada sisi batang yang lebih gelap dan merangsang pemanjangan sel. Dengan demikian, sel-sel pada sisi yang tidak terpapar cahaya secara langsung akan tumbuh lebih cepat daripada sisi yang berlawanan, dan batang akan melengkung ke arah sumber cahaya.
Fototropisme pada tanaman seperti Arabidopsis thaliana diarahkan oleh reseptor cahaya biru yang disebut fototropin. Reseptor fotosensitif lainnya pada tanaman termasuk fitokrom yang merasakan cahaya merah, dan kriptochrom yang merasakan cahaya biru.


