Vitruvius adalah seorang arsitek Romawi yang hidup di zaman Augustus. Dia membuat rencana untuk palaestra yang sempurna dalam bukunya On Architecture. Palaestra ini mirip dengan palaestra yang ada di Olympia, Yunani, lokasi Olimpiade kuno. Palaestra Vitruvius memiliki halaman besar yang terbuka ke langit. Halaman ini dikelilingi oleh tiang-tiang beratap.
Halaman itu akan dipenuhi dengan lubang skammata di mana para pegulat dan pankratiast akan berlatih. Skamma ("bagian yang digali") adalah area di mana tanah telah dibalik dan ditutupi dengan lapisan pasir tebal untuk memberikan landasan yang kuat bagi para pegulat. Karena para pegulat mungkin harus bertanding dalam cuaca hujan, ada dua skamma di palaestra: skamma kering dan skamma basah. Para pegulat menyebut lumpur di skamma basah sebagai "lilin lebah".
Para pegulat sendiri membalik tanah dan pasir dengan kapak petik. Hal ini dianggap sebagai latihan yang berarti dan kapak petik menjadi simbol untuk gulat dalam seni Yunani. Kemungkinan skamma basah terletak di bawah tiang-tiang untuk mencegah penguapan. Dokter Yunani berpikir bahwa campuran lumpur dan minyak memiliki kekuatan kuratif dan campuran lumpur dan minyak sering digunakan di lubang-lubang.
Vitruvius menggambarkan barisan tiang tunggal di tiga sisi halaman dan barisan tiang ganda di sisi utara. Barisan tiang ganda ini akan melindungi ruangan di belakangnya dari sinar matahari dan hujan. Palaestra adalah tempat untuk melatih tubuh dan pikiran. Ruangan ini adalah ephebeion. Di sinilah para pemuda (ephebeion) akan menerima pengajaran tentang budaya Yunani. Bangku-bangku batu akan dipasang di dinding.
Di sebelah kanan ephebeion, Vitruvius akan memiliki tiga ruangan: ruang samsak, ruang debu dan bedak, dan sebuah ruangan untuk mandi. Di sebelah kiri ephebeion adalah ruangan untuk menyimpan minyak, dan sekelompok ruangan untuk tungku dan pemandian air panas. Pemandian air panas adalah kebutuhan Romawi dan tidak ditemukan di Olympia. Ini mungkin karena kelangkaan air di Olympia. Pemandian di Olympia sangat sederhana, tetapi pemandian di Delphi sangat besar dan rumit.
Vitruvius tidak menyebutkan tentang ruang ganti pakaian (apodyterion) tetapi pasti ada setidaknya satu di setiap palaestra. Pucat dan pankration sama-sama dilakukan dalam keadaan telanjang. Vitruvius juga tidak menyebutkan ruang bola (sphairisterion), yang dimiliki beberapa palaestra. Tidak diketahui apakah ruangan ini digunakan untuk permainan bola, penyimpanan, atau latihan.
Pada hari hujan, gulat diajarkan dan dipraktekkan di bawah dua sampai empat tiang beratap yang berjajar di halaman. Tak jauh dari tiang-tiang ini terdapat ruang ganti, ruang untuk mandi, ruang penyimpanan, dan ruang untuk ceramah dan bertemu teman-teman. Kamar-kamar ini sering digunakan untuk hubungan homoseksual atau pederastik.
Hermes Enagonios ("Hermes dari Kontes") memimpin palaestra. Dia digambarkan pada sepotong marmer persegi panjang sebagai kepala dan penis yang ereksi. Hermes adalah dewa gulat dan kadang-kadang dikatakan sebagai ayah dari Palaestra, dewi gulat. Dalam seni Yunani, herm sering menunjukkan adegan itu adalah palaestra. Patung Apollo dan Herakles juga berdiri di palaestra.