Logaritma memiliki banyak sifat. Sebagai contoh:
Sifat-sifat dari definisi logaritma
Sifat ini langsung dari definisi logaritma:
log n ( n a ) = a {\displaystyle \log _{n}(n^{a})=a}
Sebagai contoh
log 2 ( 2 3 ) = 3 {\displaystyle \log _{2}(2^{3})=3}.
, dan
log 2 ( 1 2 ) = - 1 {\displaystyle \log _{2}{\bigg (}{\frac {1}{{2}}{{\bigg )}=-1}
karena 1 2 = 2 - 1 {\displaystyle {\frac {1}{2}}}=2^{-1}}}
.
Logaritma ke basis b dari bilangan a sama dengan logaritma a dibagi dengan logaritma b. Artinya,
log b ( a ) = log ( a ) log ( b ) {\displaystyle \log _{b}(a)={\frac {\log(a)}{\log(b)}}}} 
Misalnya, misalkan a adalah 6 dan b adalah 2. Dengan kalkulator, kita bisa menunjukkan bahwa ini benar atau paling tidak sangat dekat:
log 2 ( 6 ) = log ( 6 ) log ( 2 ) {\displaystyle \log _{2}(6)={\frac {\log(6)}{\log(2)}}}} 
log 2 ( 6 ) ≈ 2.584962 {\displaystyle \log _{2}(6)\approx 2.584962} 
2.584962 ≈ 0.778151 0.301029 ≈ 2.584970 {\displaystyle 2.584962\approx {\frac {0.778151}{0.301029}}\approx 2.584970} 
Hasil kami memiliki kesalahan kecil, tetapi ini disebabkan oleh pembulatan angka.
Karena sulit untuk menggambarkan logaritma natural, kita menemukan bahwa, dalam hal logaritma basis-sepuluh:
ln ( x ) = log ( x ) log ( e ) ≈ log ( x ) 0.434294 {\displaystyle \ln(x)={\frac {\log(x)}{\log(e)}}\approx {\frac {\log(x)}{0.434294}}}}}
Di mana 0.434294 adalah perkiraan untuk logaritma e.
Operasi dalam argumen logaritma
Logaritma yang mengalikan di dalam argumennya dapat diubah sebagai berikut:
log ( a b ) = log ( a ) + log ( b ) {\displaystyle \log(ab)=\log(a)+\log(b)} 
Contohnya,
log ( 1000 ) = log ( 10 ⋅ 10 ⋅ 10 ) = log ( 10 ) + log ( 10 ) + log ( 10 ) = 1 + 1 + 1 = 3 {\displaystyle \log(1000)=\log(10\cdot 10\cdot 10)=\log(10)+\log(10)+\log(10)=1+1+1=3} 
Hal yang sama juga berlaku untuk pembagian, tetapi pengurangan bukan penambahan, karena ini adalah operasi kebalikan dari perkalian:
log ( a b ) = log ( a ) - log ( b ) {\displaystyle \log {\bigg (}{\frac {a}{b}}{\bigg )}=\log(a)-\log(b)} 
Tabel logaritma, aturan geser, dan aplikasi historis
Sebelum komputer elektronik, logaritma digunakan setiap hari oleh para ilmuwan. Logaritma membantu para ilmuwan dan insinyur di banyak bidang seperti astronomi.
Sebelum komputer, tabel logaritma adalah alat yang penting. Pada tahun 1617, Henry Briggs mencetak tabel logaritma pertama. Ini segera setelah penemuan dasar Napier. Kemudian, orang membuat tabel dengan cakupan dan presisi yang lebih baik. Tabel-tabel ini mencantumkan nilai-nilai logb (x) dan bx untuk setiap angka x dalam rentang tertentu, pada presisi tertentu, untuk basis b tertentu (biasanya b = 10). Misalnya, tabel pertama Briggs berisi logaritma umum dari semua bilangan bulat dalam kisaran 1-1000, dengan presisi 8 digit. Karena fungsi f(x) = bx adalah fungsi invers dari logb (x), maka ia disebut antilogaritma. Orang menggunakan tabel-tabel ini untuk mengalikan dan membagi angka. Misalnya, seorang pengguna mencari logaritma dalam tabel untuk masing-masing dari dua bilangan positif. Menjumlahkan angka-angka dari tabel akan memberikan logaritma dari produk. Fitur antilogaritma dari tabel kemudian akan menemukan produk berdasarkan logaritmanya.
Untuk kalkulasi manual yang membutuhkan presisi, melakukan pencarian dua logaritma, menghitung jumlah atau selisihnya, dan mencari antilogaritma jauh lebih cepat daripada melakukan perkalian dengan cara sebelumnya.
Banyak tabel logaritma memberikan logaritma dengan secara terpisah memberikan karakteristik dan mantissa dari x, yaitu, bagian bilangan bulat dan bagian pecahan dari log10 (x). Karakteristik dari 10 - x adalah satu ditambah karakteristik dari x, dan signifikansinya sama. Hal ini memperluas cakupan tabel logaritma: diberikan sebuah tabel yang mencantumkan log10 (x) untuk semua bilangan bulat x mulai dari 1 sampai 1000, logaritma dari 3542 didekati oleh
log 10 ( 3542 ) = log 10 ( 10 ⋅ 354.2 ) = 1 + log 10 ( 354.2 ) ≈ 1 + log 10 ( 354 ) . {\displaystyle \log _{10}(3542)=\log _{10}(10\cdot 354.2)=1+\log _{10}(354.2)\approx 1+\log _{10}(354).}. 
Aplikasi penting lainnya adalah slide rule, sepasang skala yang dibagi secara logaritmik yang digunakan untuk penghitungan, seperti diilustrasikan di sini:
Angka-angka ditandai pada skala geser pada jarak yang proporsional dengan perbedaan antara logaritmanya. Menggeser skala atas secara tepat sama dengan menambahkan logaritma secara mekanis. Misalnya, menambahkan jarak dari 1 ke 2 pada skala bawah ke jarak dari 1 ke 3 pada skala atas menghasilkan produk 6, yang dibaca di bagian bawah. Banyak insinyur dan ilmuwan menggunakan aturan geser sampai tahun 1970-an. Para ilmuwan bisa bekerja lebih cepat menggunakan slide rule daripada menggunakan tabel logaritma.