Musik insidental adalah musik yang ditulis untuk sebuah drama. Ini tidak seperti opera di mana biasanya ada musik sepanjang pertunjukan. Musik insidental akan digunakan di antara adegan-adegan atau untuk momen-momen penting dalam drama atau untuk lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para aktor. Disebut "insidental" karena musiknya tidak sepenting dramanya.

Musik insidental telah digunakan sejak zaman Yunani Kuno. Musik ini digunakan pada abad ke-16 dan ke-17, terutama dalam drama Shakespeare yang tokoh-tokohnya sering menyanyikan lagu. Pada masa ini musik insidental lebih sering digunakan untuk komedi daripada untuk tragedi. Tragedi adalah tentang orang-orang penting yang sibuk memerintah negara mereka dan berperang. Dalam drama mereka berbicara dalam syair dan terlalu mulia untuk dinyanyikan. Orang-orang berpikir bahwa komedi lebih cocok untuk memasukkan musik. Lagu-lagu sering dinyanyikan oleh aktor yang memainkan peran sebagai gembala, nimfa atau badut.

Pada abad-abad berikutnya, musik digunakan untuk semua jenis drama yang serius. Kadang-kadang digunakan orkestra besar. Banyak komposer terkenal menulis musik untuk dimainkan oleh orkestra selama drama berlangsung. Contoh yang terkenal adalah musik insidental untuk "A Midsummer Night's Dream" karya Shakespeare yang digubah oleh Felix Mendelssohn pada tahun 1842. Komposer lain bekerja dengan penyair yang masih hidup seperti Goethe dan Schiller. Beethoven menulis musik untuk drama Goethe, Egmont. Musik ini sangat erat kaitannya dengan apa yang terjadi dalam cerita: overture menggambarkan kerasnya penindasan Spanyol terhadap Belanda yang merupakan inti dari drama tersebut. Overture Rosamunde yang terkenal dari Schubert berasal dari sebuah drama berjudul Die Zauberharfe (The Magic Harp). Musik Schumann untuk Manfred berbeda: musik ini tidak pernah dimaksudkan untuk dipentaskan bersama drama, musik ini hanya terinspirasi oleh imajinasi Schumann. Banyak komposer lain yang menulis musik insidental, misalnya Sibelius (untuk drama Pelléas et Mélisande karya Maeterlinck) dan Grieg (untuk drama Peer Gynt karya Ibsen).

Dalam semua contoh ini, musiknya sekarang biasanya diperdengarkan pada saat konser, bukan sebagai bagian dari drama aslinya. Sebagian besar dari mereka memiliki overtures (musik yang dimainkan sebelum drama dimulai) dan overtures ini sering ditampilkan secara terpisah, sangat sering pada awal konser.

Musik insidental tidak begitu banyak digunakan selama abad ke-20, meskipun drama Brecht, yang sering kali berisi propaganda politik, membutuhkan jenis musik populer yang baru. Brecht bekerja sama dengan komposer seperti Weill dan Eisler yang memahami jenis pesan yang dia inginkan dalam dramanya. Musik mereka untuk drama Brecht mirip dengan musik kabaret.

Saat ini musik elektronik sering digunakan dalam drama.