Kuda nil (Hippopotamus amphibius), atau kuda nil, bahasa Yunani kuno untuk "kuda sungai" (Ιπποπόταμος), adalah mamalia besar di Afrika yang biasanya memakan tumbuhan. Ini adalah salah satu dari hanya dua spesies dalam keluarga Hippopotamidae yang masih hidup. Yang lainnya adalah kuda nil kerdil.

Kuda nil adalah hewan darat terbesar kedua dalam ukuran, dan hewan darat terbesar ketiga dalam berat. Gajah adalah yang terberat, dan badak putih adalah yang terberat kedua, tetapi sedikit lebih kecil dari kuda nil. Kuda nil juga merupakan artiodactyl terberat.

Kuda nil bersifat semi-akuatik. Artinya, meskipun biasanya hidup di darat, ia menghabiskan banyak waktu di sungai dan danau, di mana kuda nil jantan memimpin kelompok yang terdiri atas 5 hingga 30 ekor betina dan anak-anaknya. Di siang hari, mereka tetap sejuk dengan tinggal di dalam air atau lumpur. Mereka juga melahirkan bayi kuda nil di dalam air. Saat senja, mereka keluar untuk merumput di rumput. Kuda nil beristirahat bersama di dalam air, tetapi mereka suka merumput sendiri.

Kuda nil memiliki badan yang berbentuk seperti tong, mulut dan gigi yang sangat besar, tubuh yang hampir tidak berbulu, kaki pendek dan ukuran yang besar. Ini adalah mamalia darat terbesar ketiga, dilihat dari beratnya, yaitu antara 1½ dan 3 ton. Badak putih memiliki berat 1½ sampai 3½ ton, dan tiga spesies gajah memiliki berat 3 sampai 9 ton. Meskipun memiliki kaki yang pendek dan gemuk, kuda nil bisa berlari lebih cepat daripada manusia. Beberapa kuda nil pernah berlari dengan kecepatan 30 km/jam (19 mph) untuk jarak pendek. Kuda nil adalah salah satu hewan paling ganas di dunia. Sering disebut sebagai salah satu hewan paling berbahaya di Afrika. Ada sekitar 125.000 hingga 150.000 kuda nil di Afrika Sub-Sahara. Zambia (sekitar 40.000 ekor) dan Tanzania (20.000-30.000 ekor) memiliki kuda nil terbanyak. Kuda nil terancam karena kehilangan habitatnya dan diburu untuk diambil daging dan gadingnya.