Fertilisasi Anggrek adalah buku karya Charles Darwin

Buku ini diterbitkan pada tanggal 15 Mei 1862 dengan judul lengkap On the various contrivances by which British and foreign orchids are fertilised by insects, and on the good effects of intercrossing.

Buku Darwin sebelumnya, On the Origin of Species, secara singkat menyebutkan interaksi evolusi antara serangga dan tanaman yang mereka pupuk. Ide baru ini dieksplorasi secara rinci untuk anggrek. Studi lapangan dan investigasi ilmiah praktis pada awalnya merupakan rekreasi bagi Darwin, sebuah kelegaan dari pekerjaan menulis yang membosankan. Pekerjaan ini berkembang menjadi eksperimen yang menyenangkan dan menantang, dan dia dibantu oleh keluarga, teman, dan lingkaran korespondennya yang luas.

Buku ini adalah demonstrasi rinci pertamanya tentang seleksi alam. Ini menjelaskan bagaimana hubungan ekologi yang kompleks menghasilkan evolusi bersama anggrek dan serangga. Pandangan telah diungkapkan bahwa buku tersebut secara langsung atau tidak langsung mengarah pada semua karya modern tentang koevolusi dan evolusi spesialisasi ekstrim. Buku ini mempengaruhi para ahli botani, dan menghidupkan kembali ketertarikan pada gagasan yang telah lama diabaikan bahwa serangga berperan dalam penyerbukan bunga. Hal ini mendukung pandangannya bahwa seleksi alam mengarah ke berbagai bentuk melalui manfaat penting yang dicapai oleh persilangan-penyerbukan. Meskipun masyarakat umum kurang berminat dan penjualan buku ini rendah, namun buku ini mengukuhkan Darwin sebagai ahli botani terkemuka. Anggrek adalah yang pertama dari serangkaian buku tentang penyelidikannya terhadap tanaman.

Buku ini menjelaskan bagaimana hubungan antara serangga dan tumbuhan menghasilkan bentuk-bentuk indah dan kompleks yang telah memukau banyak naturalis. Dengan menunjukkan bagaimana adaptasi berkembang selangkah demi selangkah, Darwin melawan pandangan bahwa organisme yang indah adalah hasil karya Sang Pencipta. Pengamatan Darwin yang telaten, eksperimen, dan pembedahan rinci bunga-bunga menjelaskan fitur-fitur yang sebelumnya tidak diketahui. seperti teka-teki Catasetum, tiga jenis bunga yang sama sekali berbeda. Darwin membahas bagaimana Catasetum Berbentuk Karung (Catasetum saccatum), spesies tropis Amerika Selatan, meluncurkan kantung serbuk sari lengketnya dengan kekuatan yang meledak-ledak ketika seekor serangga menyentuh rambut (seta). Temannya Thomas Huxley berkata, "Apakah Anda benar-benar berpikir saya bisa mempercayai semua itu?"

Dalam buku tersebut Darwin membuat beberapa prediksi terkenal, termasuk usulannya bahwa nektar panjang Angraecum sesquipedale berarti harus ada ngengat dengan belalai yang sama panjangnya. Hal ini dikonfirmasi pada tahun 1903 ketika Xanthopan morgani praedicta ditemukan di Madagaskar.