Plasmid adalah molekul DNA yang terpisah dari DNA kromosom dan yang dapat mereplikasi (menyalin dirinya sendiri) secara independen.
Istilah plasmid pertama kali diperkenalkan oleh ahli biologi molekuler Amerika, Joshua Lederberg pada tahun 1952.
Plasmid adalah untai ganda dan, dalam banyak kasus, melingkar. Plasmid biasanya terjadi secara alami pada bakteri, tetapi kadang-kadang ditemukan pada organisme eukariotik (misalnya, cincin 2-mikrometer di Saccharomyces cerevisiae).
Ukuran plasmid bervariasi dari 1 hingga lebih dari 1.000 pasangan kilobase (kbp). Jumlah plasmid yang identik dalam satu sel dapat berkisar dari satu hingga ribuan. Plasmid sering dikaitkan dengan konjugasi, suatu mekanisme transfer gen horizontal.
Plasmid adalah elemen genetik yang dapat ditransfer, atau "replika", yang mampu menyalin sendiri secara independen dalam inang yang sesuai. Plasmid dapat ditemukan di ketiga domain utama, Archaea, Bacteria dan Eukarya. Mirip dengan virus, plasmid tidak dianggap sebagai bentuk "kehidupan" seperti yang didefinisikan saat ini. Tidak seperti virus, plasmid adalah DNA "telanjang" dan tidak menyandikan gen yang diperlukan untuk membungkus materi genetik untuk ditransfer ke inang baru.
Transfer plasmid dari inang ke inang membutuhkan transfer langsung, transfer mekanis dengan konjugasi atau perubahan ekspresi gen inang yang memungkinkan penyerapan elemen genetik secara sengaja dengan transformasi.
Transformasi mikroba dengan DNA plasmid tidak bersifat parasit atau simbiotik, karena masing-masing menyiratkan adanya spesies independen yang hidup dalam keadaan komensal atau merugikan dengan organisme inang. Sebaliknya, plasmid menyediakan mekanisme untuk transfer gen horizontal dalam populasi mikroba dan dapat memberikan keuntungan selektif di bawah keadaan lingkungan tertentu.
Plasmid dapat membawa gen yang memberikan resistensi terhadap antibiotik yang terjadi secara alami dalam ceruk lingkungan yang kompetitif, atau sebagai alternatif protein yang dihasilkan dapat bertindak sebagai racun dalam keadaan yang sama. Plasmid juga dapat memberikan bakteri kemampuan untuk memperbaiki unsur nitrogen atau untuk mendegradasi senyawa organik yang sulit. Hal ini dapat memberikan keuntungan dalam kondisi kekurangan nutrisi.
.svg.png)
