Energi nuklir adalah energi yang menyatukan inti atom. Atom adalah blok paling sederhana yang membentuk materi. Setiap atom memiliki inti atom yang sangat kecil di pusatnya. Biasanya, energi nuklir tersembunyi di dalam atom. Namun, beberapa atom bersifat radioaktif dan mengirimkan sebagian energi nuklirnya sebagai radiasi. Radiasi dilepaskan dari inti isotop zat radioaktif yang tidak stabil.

Energi nuklir juga dapat dibebaskan dengan dua cara lain: fusi nuklir dan fisi nuklir. Fusi nuklir adalah penggabungan dua atom ringan menjadi atom yang lebih berat dan fisi nuklir adalah pemecahan atom berat. Kedua cara ini menghasilkan energi dalam jumlah besar. Keduanya kadang-kadang terjadi di alam. Fusi adalah sumber panas di matahari. Fisi juga digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir untuk menghasilkan listrik. Baik fusi maupun fisi dapat digunakan dalam senjata nuklir.

Tenaga nuklir menghasilkan sejumlah produk sampingan radioaktif, termasuk tritium, cesium, kripton, neptunium, dan bentuk-bentuk yodium.

Produksi dan penggunaan energi nuklir telah menjadi topik kontroversial selama bertahun-tahun. Hal ini selalu ditentukan oleh sejarah energi nuklir dan juga pada tuntutan energi saat ini serta tuntutan konservasi lingkungan. Negara-negara harus berusaha memproduksi energi nuklir untuk membantu memenuhi permintaan energi yang terus meningkat, untuk membantu melestarikan lingkungan dengan menghindari polusi, dan juga sebagai pengganti yang tahan lama untuk sumber energi bahan bakar fosil yang semakin menipis. Telah ada langkah-langkah mitigasi yang diberlakukan untuk memastikan bahwa kecelakaan energi nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl dan Fukushima tidak terulang kembali. Negara-negara juga harus berhenti menggunakan energi nuklir untuk membuat senjata pemusnah massal yang berbahaya.