Mudrocks membentuk sebagian besar batuan sedimen di Bumi. Mereka adalah kelas batuan sedimen silisiklastik berbutir halus.

Jenis-jenis batuan lumpur meliputi: batu lanau, batu lempung, batu lumpur, batu tulis, dan serpih.

Sebagian besar partikelnya kurang dari 0,0625 mm (1/16 mm atau 0,0025 inci) dan terlalu kecil untuk dipelajari dengan mudah di lapangan. Pada pandangan pertama, jenis-jenis batuan terlihat sangat mirip; namun demikian, terdapat perbedaan penting dalam komposisi dan penamaan.

Ada banyak ketidaksepakatan tentang klasifikasi mudrocks. Ada beberapa alasan untuk hal ini:

1.      Batuan lumpur adalah yang paling sedikit dipahami, dan salah satu batuan sedimen yang paling sedikit dipelajari hingga saat ini

2.      Sulit untuk mempelajari konstituen mudrock, karena ukurannya yang kecil

3.      Dan yang paling penting, ada lebih dari satu skema klasifikasi yang diterima oleh para ilmuwan

Batuan lumpur membentuk setengah dari batuan sedimen dalam catatan geologi, dan dengan mudah merupakan endapan yang paling luas di Bumi. Sedimen halus adalah produk erosi yang paling melimpah, itulah sebabnya mengapa mudrocks begitu umum.

Dengan meningkatnya tekanan dari waktu ke waktu, mineral lempung lempung dapat menjadi sejajar, dengan munculnya pelapisan paralel (fissility). Bahan yang berlapis halus ini yang mudah terbelah menjadi lapisan-lapisan tipis disebut serpih, berbeda dengan batu lumpur.

Sejak awal peradaban, ketika tembikar dan batu lumpur dibuat dengan tangan, hingga sekarang, batuan lumpur menjadi penting. Buku pertama tentang mudrocks baru diterbitkan pada tahun 1964. Namun, para ilmuwan, insinyur, dan produsen minyak telah memahami pentingnya mudrocks sejak ditemukannya Burgess Shale dan keterkaitan mudrocks dan minyak.