Tanah liat adalah mineral silikat berbutir halus yang dibuat ketika batu-batuan rusak. Tanah liat basah bersifat lunak dan dapat dibentuk untuk membuat tembikar, batu bata, dan benda-benda lainnya. Ketika dibentuk dan kemudian dibakar dalam tungku pembakaran untuk membuatnya keras, maka akan menjadi tembikar.

Tanah liat sering mengandung air karena molekul air menempel pada butiran-butiran kecil. Mungkin juga ada beberapa bahan organik di dalam tanah liat.

Ada 35 spesies mineral lempung yang dikenal di Bumi, mereka membuat lumpur saling menempel ('kohesif'), atau dapat mengalir ('plastis'). Tiksotropi lempung terkadang menyebabkan tanah longsor.

Kuarsa, feldspar, oksida besi, dan karbonat dapat melapuk menjadi ukuran mineral lempung yang khas. Pembentukan tanah liat sudah dipahami dengan baik. Ini bisa berasal dari tanah, abu vulkanik, dan glasiasi. Batuan lumpur purba adalah sumber lain, karena mudah lapuk dan hancur.

Tanah liat sejauh ini merupakan partikel terkecil yang dikenali dalam batuan lumpur. Partikel lempung memiliki lebar sekitar 1/1000 dari lebar butiran pasir. Ini berarti partikel lempung akan bergerak 1000 kali lebih jauh pada kecepatan air yang konstan, sehingga membutuhkan kondisi yang lebih tenang untuk penyelesaian. Jika butir-butirnya lebih dari beberapa milimeter lebarnya, materialnya disebut lanau, bukan lempung.