Acarina, atau Acari, adalah tungau dan kutu. Mereka adalah ordo Arachnida.

Sejarah fosil mereka kembali ke era Devonian. Kebanyakan acarine berukuran kecil: kurang dari satu milimeter. Diperkirakan lebih dari 50.000 spesies telah dideskripsikan, tetapi sejuta atau lebih spesies mungkin saat ini masih hidup. Studi tentang tungau dan kutu disebut akarologi.

Acarines hidup di hampir setiap habitat, dan termasuk spesies akuatik (air tawar dan air laut) dan terestrial. Mereka melebihi jumlah arthropoda lainnya di tanah dan detritus. Banyak yang bersifat parasit, dan mereka mempengaruhi vertebrata dan invertebrata. Sebagian besar bentuk parasit merupakan parasit eksternal, sedangkan bentuk yang hidup bebas umumnya merupakan predator dan bahkan dapat digunakan untuk mengendalikan arthropoda yang tidak diinginkan. Yang lainnya membantu memecah serasah hutan dan bahan organik mati seperti sel-sel kulit. Yang lainnya lagi adalah herbivora dan dapat merusak tanaman. Kerusakan tanaman mungkin merupakan dampak ekonomi yang paling merugikan dari tungau, terutama oleh tungau laba-laba dan kerabatnya, tungau tanah, tungau berkaki benang, dan tungau empedu dan karat.

Beberapa bentuk parasit mempengaruhi manusia dan mamalia lainnya, menyebabkan kerusakan karena makan, dan bahkan bisa menjadi vektor penyakit seperti scrub typhus dan rickettsia. Efek tungau yang terkenal pada manusia adalah sebagai alergen yang merangsang asma. Tungau predator dapat digunakan dalam pengendalian hama dan tungau herbivora digunakan untuk menyerang gulma. Kontribusi positif dari Acari adalah fungsi normal mereka dalam ekosistem, terutama peran mereka dalam subsistem dekomposer.