Materi gelap adalah jenis materi yang dianggap bertanggung jawab atas sebagian besar massa di alam semesta.

Gagasan ini muncul ketika para astronom menemukan bahwa massa benda-benda astronomi besar, dan efek gravitasinya, jauh lebih besar daripada massa dari "materi bercahaya" yang mengandung: bintang, gas, dan debu.

Materi gelap pertama kali diusulkan oleh Jan Oort pada tahun 1932 sebagai alasan untuk kecepatan berputar bintang-bintang di Bima Sakti. Fritz Zwicky pada tahun 1933 menggunakan materi gelap untuk menjelaskan "massa yang hilang" dalam kecepatan berputar galaksi dalam gugus. Kemudian, banyak pengamatan lain yang menunjukkan bahwa ada materi gelap di alam semesta. Kecepatan berputar galaksi, pelensaan gravitasi objek latar belakang, distribusi suhu gas panas di galaksi dan gugus galaksi: ini adalah beberapa contoh yang membuat para ilmuwan percaya pada materi gelap.

Menurut tim misi Planck, dan berdasarkan model standar kosmologi, total energi-massa alam semesta yang diketahui mengandung 4,9% materi biasa, 26,8% materi gelap dan 68,3% energi gelap. Dengan demikian, materi gelap diperkirakan membentuk 84,5% dari total materi di alam semesta, sementara energi gelap ditambah materi gelap membentuk 95,1% dari total "barang" di alam semesta.

Karena materi gelap tampaknya tidak memancarkan atau memantulkan cahaya, sinar-x, atau radiasi lainnya, maka instrumen yang digunakan untuk menemukan materi normal (seperti gas panas, bintang, planet, dan kita) tidak bisa menemukan materi gelap. Tampaknya materi gelap tidak terbuat dari hal yang sama dengan materi yang kita lihat setiap hari di Bumi. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah materi gelap ada di sana, adalah dengan cara bagaimana materi gelap mempengaruhi hal-hal yang bisa kita "lihat" dengan gravitasi.

Pada tahun 2006, sekelompok ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah menemukan cara untuk menemukan materi gelap. Karena materi gelap diduga sangat berbeda dari materi normal, maka materi gelap diharapkan bertindak secara berbeda. Para ilmuwan mengamati dua gugus galaksi jauh yang saling bertabrakan dengan kecepatan tinggi: materi normal akan tersebar di dekatnya setelah tabrakan, sedangkan materi gelap tidak. Dengan mengukur gravitasi, mereka bisa mendeteksi apa yang tampak seperti dua awan materi gelap, dengan awan materi normal (gas panas) di antara keduanya.