Polusi dapat berupa gas atau cairan atau padat. Polusi juga dapat diklasifikasikan secara kimiawi, seperti: - oksida, hidrokarbon, asam atau jenis lainnya. Polusi juga dapat diklasifikasikan berdasarkan apa yang membuatnya.
Banyak polutan yang masuk ke udara dari sumber-sumber alami. Polutan ini termasuk debu, garam laut, abu dan gas vulkanik, asap dari kebakaran hutan, serbuk sari, dan banyak bahan lainnya. Bahkan, ada lebih banyak polutan alami daripada polutan yang dibuat manusia. Namun, manusia dan makhluk hidup lainnya telah beradaptasi dengan sebagian besar polutan alami ini.
Polusi udara biasanya digambarkan sebagai polutan primer atau polutan sekunder. Polutan primer adalah polutan yang dimasukkan langsung ke udara oleh manusia atau sumber-sumber alami. Contoh polutan primer adalah asap knalpot (gas) dari mobil, jelaga dari asap, badai debu, dan abu dari letusan gunung berapi (seperti yang terlihat pada gambar di sebelah kiri).
Polutan sekunder adalah polutan yang dibuat dari reaksi kimia ketika polutan bercampur dengan polutan primer lainnya atau zat alami seperti uap air. Banyak polutan sekunder dibuat ketika polutan primer bereaksi dengan sinar matahari. Ozon dan kabut asap adalah polutan sekunder. Ozon adalah gas yang menghentikan sinar ultraviolet berbahaya dari matahari. Namun, ketika berada di dekat tanah, gas ini dapat meracuni manusia dan organisme lainnya.
Polusi udara buatan manusia berasal dari banyak hal. Sebagian besar polusi udara yang dibuat oleh manusia saat ini adalah karena transportasi. Mobil, misalnya, menghasilkan sekitar 60% polusi udara buatan manusia. Gas-gas di dalam knalpot mobil, seperti nitrogen oksida, membuat kabut asap dan hujan asam.
Lahan pertanian dan hutan terkadang terbakar dalam kebakaran hutan yang menghasilkan jelaga (bubuk hitam yang sebagian besar terdiri dari karbon, yang dihasilkan ketika batu bara, rumput, kayu, dll. dibakar) dari asap. Jelaga dapat mempengaruhi manusia dan kehidupan lainnya. Manusia yang memulai banyak dari kebakaran tersebut.
Polusi udara industri
Banyak pembangkit listrik industri yang membakar bahan bakar fosil untuk mendapatkan energinya. Namun, pembakaran bahan bakar fosil dapat menghasilkan banyak oksida (senyawa kimia yang memiliki oksigen dan elemen lain di dalamnya). Faktanya, pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan 96% oksida belerang di atmosfer. Beberapa industri juga membuat bahan kimia yang menghasilkan asap beracun (asap).
Polusi udara dalam ruangan
Polusi udara tidak hanya di luar. Rumah, sekolah, dan gedung juga bisa mengalami polusi udara. Terkadang udara di dalam gedung bahkan lebih buruk daripada udara di luar. Banyak hal yang digunakan manusia setiap hari dapat mencemari udara. Senyawa di dalam karpet, cat, bahan bangunan, dan perabotan juga mencemari udara, terutama ketika masih baru.
Pada bangunan yang jendelanya ditutup rapat untuk menghentikan kebocoran udara, udara di dalam bisa lebih tercemar daripada udara di luar.
Pengendapan asam
Presipitasi asam adalah presipitasi, seperti hujan, hujan es, atau salju, yang mengandung asam dari polusi udara. Ketika bahan bakar fosil dibakar, bahan bakar tersebut mengeluarkan oksida ke udara. Ketika oksida-oksida ini bercampur dengan air di atmosfer, mereka membuat asam, yang jatuh sebagai presipitasi. Presipitasi asam dapat membunuh makhluk hidup seperti ikan dan pohon, dengan membuat tempat tinggal mereka terlalu asam. Hujan asam juga dapat merusak bangunan yang terbuat dari batu kapur dan beton.
Lubang ozon
Kekhawatiran global adalah lubang di lapisan ozon di stratosfer. Lapisan ozon Bumi melindungi kehidupan dari sinar ultraviolet Matahari yang berbahaya, tetapi pada tahun 1970-an, para ilmuwan menemukan bahwa beberapa bahan kimia yang dilepaskan ke atmosfer membuat ozon berubah menjadi oksigen. Hal ini memungkinkan lebih banyak sinar ultraviolet mencapai Bumi. Selama tahun 1980-an, para ilmuwan menemukan bahwa lapisan ozon di atas Kutub Selatan telah menipis 50 hingga 98%.