Yaws adalah infeksi tropis pada kulit, tulang dan persendian. Hal ini disebabkan oleh bakteri spirochaete Treponema pallidum pertenue.

Penyakit ini dimulai dengan pembengkakan kulit yang bulat dan keras, berdiameter dua hingga lima sentimeter. Bagian tengahnya bisa pecah dan membentuk ulkus. Ini biasanya sembuh setelah tiga sampai enam bulan. Setelah beberapa minggu, atau bahkan bertahun-tahun kemudian, sendi dan tulang bisa menjadi nyeri, kelelahan bisa terjadi, dan luka kulit baru bisa muncul. Kulit telapak tangan dan telapak kaki bisa menjadi tebal dan pecah. Tulang-tulang (terutama tulang hidung) bisa berubah bentuk. Setelah lima tahun atau lebih, area kulit yang luas bisa mati. Hal ini meninggalkan bekas luka yang besar.

Yaws disebarkan dengan menyentuh cairan dari luka penderita penyakit ini. Penyakit ini paling umum di antara anak-anak, yang menyebarkannya dengan bermain bersama.

Penyakit serupa lainnya disebabkan oleh strain yang berbeda dari bakteri yang sama, seperti sifilis (Treponema pallidum pallidum). Setelah lesi muncul, dokter dapat mengetahui bahwa itu adalah yaws. Reaksi rantai polimerase (PCR) adalah metode diagnosis terbaik.

Cara utama untuk menghentikan penyebaran penyakit ini, adalah dengan menyembuhkan mereka yang mengidapnya. Hal ini akan menghentikan mereka menularkannya kepada orang lain. Jika penyakit ini umum terjadi, mengobati seluruh komunitas akan efektif. Meningkatkan kebersihan dan sanitasi juga akan mengurangi penyebaran. Yaws dapat diobati dengan antibiotik. Tanpa pengobatan, kelainan bentuk fisik terjadi pada 10% kasus.

Yaws umum terjadi di setidaknya 14 negara tropis pada tahun 2012. Penyakit ini hanya menginfeksi manusia. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hampir memusnahkan yaws. Sejak itu jumlah kasus meningkat.

Salah satu deskripsi pertama tentang penyakit ini dibuat pada tahun 1679 oleh Willem Piso. Arkeologi menunjukkan bahwa yaws mungkin telah ada di antara manusia sejauh 1,6 juta tahun yang lalu.