Dilatasi waktu gravitasi adalah konsep fisika tentang perubahan dalam perjalanan waktu, yang disebabkan oleh relativitas umum. Sebuah jam di luar angkasa bergerak lebih cepat daripada jam di Bumi. Benda-benda berat seperti planet menciptakan medan gravitasi yang memperlambat waktu di dekatnya. Ini berarti bahwa jam di pesawat ruang angkasa yang jauh dari planet mana pun akan bergerak lebih cepat daripada jam di dekat Bumi.

Hal ini berbeda dengan dilatasi waktu yang dijelaskan oleh relativitas khusus, yang mengatakan bahwa benda-benda cepat bergerak lebih lambat melalui waktu. Satelit dekat seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional bergerak sangat cepat untuk mengorbit Bumi, sehingga mereka melambat. Karena ISS berada di orbit Bumi yang rendah (LEO), dilatasi waktu akibat gravitasi tidak sekuat dilatasi waktu akibat kecepatannya, sehingga jam di atasnya lebih diperlambat daripada dipercepat. Sebuah objek di orbit Geostasioner bergerak kurang cepat dan lebih jauh dari Bumi, sehingga dilatasi waktu gravitasi lebih kuat, dan jam bergerak lebih cepat daripada di LEO. Ini berarti bahwa para insinyur perlu memilih jam yang berbeda untuk orbit yang berbeda. Satelit GPS bekerja karena mereka tahu tentang kedua jenis dilatasi waktu.

Kasus #1: Dalam relativitas khusus, jam yang bergerak berjalan lebih lambat menurut jam pengamat yang diam. Efek ini bukan berasal dari cara kerja jam, tetapi dari sifat ruang-waktu.

Kasus #2: pengamat mungkin berada pada posisi dengan massa gravitasi yang berbeda. Dalam relativitas umum, jam yang berada di dekat medan gravitasi yang kuat berjalan lebih lambat daripada jam di medan gravitasi yang lebih lemah.