Simulasi adalah cara untuk melihat sesuatu terjadi tanpa benar-benar terjadi dengan cara yang sama. Simulasi dapat digunakan untuk memprediksi apa yang mungkin terjadi tanpa melakukannya, jika hal itu berbahaya atau terlalu mahal atau sulit. Simulasi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kepada orang-orang apa yang akan terjadi selanjutnya, atau apa yang terjadi di masa lalu. Simulasi juga dapat menunjukkan apa yang diyakini orang terjadi di suatu tempat atau waktu di mana tidak mungkin untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Ada lembaga-lembaga penelitian yang hanya dikhususkan untuk simulasi, seperti, misalnya, The George E. Brown, Jr. Jaringan untuk Simulasi Teknik Gempa Bumi atau NEES.
Simulasi sangat berguna di seluruh dunia, karena dalam simulasi dapat dikontrol hal-hal yang mungkin tidak mudah dikendalikan dalam kehidupan nyata. Mereka dapat menggunakan atau versi yang lebih kecil dari suatu objek atau sistem untuk pengujian atau latihan. Mereka sering dapat menggunakan versi yang lebih kecil dari berbagai hal, seperti kapal ruang angkasa atau ruangan, untuk mensimulasikan hal yang nyata. Mereka juga dapat menggunakan benda yang lebih aman sebagai pengganti benda yang berbahaya, seperti ketika astronot berlatih di kolam renang daripada di luar angkasa. Astronot juga berlatih dalam simulasi bulan sebelum mereka pergi dan mendarat di sana, dan dalam simulasi pesawat ruang angkasa yang bergerak seperti pesawat ruang angkasa sungguhan, sehingga mereka bisa terbiasa. Simulasi sering menggunakan komputer atau televisi. Komputer digunakan untuk membuat simulasi rute pesawat ruang angkasa dalam perjalanan ke bulan, untuk membantu merencanakan misi.

