Rabbi (dalam bahasa Ibrani klasik רִבִּי ribbi; dalam bahasa Ibrani modern רַבִּי rabbi) dalam Yudaisme menandakan "profesor, guru" atau secara harfiah "agung". Kata "Rabbi" ("Guruku") berasal dari akar kata Ibrani "Rav", yang dalam Alkitab Ibrani berarti "agung" atau "berbeda" (dalam pengetahuan).
Dalam Yudaisme, "rabbi" adalah gelar penghormatan bagi anggota komunitas Yahudi yang sangat terpelajar. Kebanyakan rabi mendapatkan gelar mereka dengan mempelajari hukum Yahudi di seminari atau yeshiva. Peran utama seorang rabi adalah mengajarkan Taurat. Selain itu, rabi sering bertindak sebagai pemimpin agama dari komunitas Yahudi. Berbeda dengan banyak agama lain, seorang rabi tidak diharuskan hadir pada acara siklus hidup dalam Yudaisme. Namun demikian, rabi masih biasanya memimpin acara siklus hidup.
Secara historis, hanya pria yang bisa menjadi rabi. Hal ini masih berlaku dalam Yudaisme Ortodoks. Kebanyakan orang Yahudi non-Ortodoks mengizinkan wanita untuk menjadi rabi juga.
Tiga rabi bersama-sama dapat membentuk pengadilan rabi, atau beit din. Hal ini dilakukan ketika ada konflik hukum antara dua orang Yahudi. Mereka menghakimi konflik berdasarkan hukum Yahudi. Hal ini juga dilakukan ketika seseorang ingin masuk agama Yahudi.
Rabi juga kadang-kadang diminta untuk mengawasi persiapan makanan untuk memastikan makanan tersebut halal. Kehadiran seorang rabi tidak membuat makanan menjadi halal atau tidak halal. Ini hanya pengawasan. Ketika hal ini dilakukan dengan makanan kemasan, kemasannya sering diberi label hechsher. Hechsher adalah simbol yang berarti bahwa isi dari kemasan tersebut adalah halal.

