Dalam musik, mars adalah karya musik dengan irama baris-berbaris yang kuat. Lagu-lagu mars sering ditulis secara khusus agar para tentara dapat berbaris. March lainnya mungkin tidak dimaksudkan untuk baris-berbaris, tetapi masih memiliki irama yang kuat dan teratur sehingga orang bisa, jika mereka mau, berbaris mengikuti musiknya. Marches biasanya menggunakan birama 2/4 (Satu - dua - satu - dua - kiri - kanan - kiri - kanan) atau 4/4 (sama dengan dua bar (ukuran)) meskipun tanda birama lainnya juga memungkinkan.

Baris-baris bisa berupa barisan lambat atau barisan cepat. Sebuah mars yang lambat mungkin merupakan mars pemakaman.

John Philip Sousa adalah seorang komposer yang marsnya menjadi sangat populer (misalnya, Colonel Bogey's March).

Dalam musik klasik, banyak komposer yang menulis mars yang tidak dimaksudkan untuk berbaris, tetapi masih memberikan suasana mars. Beberapa contoh terkenal dari mars pemakaman termasuk gerakan kedua Simfoni Eroica Beethoven, Marche funèbre (Funeral March) dalam Piano Sonata Chopin dalam B flat minor, dan Dead March dalam oratorio Saul karya Handel.

Gustav Mahler sering menulis mars dalam simfoninya. Marches sering muncul dalam opera (misalnya Aïda karya Verdi), balet (misalnya Romeo dan Juliet karya Prokofiev) atau, memang, segala jenis musik.

Musik yang digubah untuk mars menggunakan instrumen yang dimainkan tentara dalam marching band, seperti instrumen brass, instrumen woodwind termasuk fife, snare drum dan bass drum. Komposer yang menulis mars dalam musik klasik dapat meniru suara band militer dengan menggunakan instrumen-instrumen ini.

Musik mars sering digubah untuk acara-acara seremonial khusus seperti penobatan. Edward Elgar dan William Walton keduanya menulis musik mars untuk penobatan.