Senapan mesin adalah senjata yang dapat menembakkan satu peluru demi satu peluru selama pelatuknya ditarik dan ada peluru yang siap ditembakkan. Ini disebut tembakan otomatis. Nama yang lebih umum untuk jenis senjata ini adalah senjata otomatis. Senapan mesin menembakkan peluru yang dikirim dari rantai panjang peluru yang disebut sabuk amunisi ('amunisi'), atau menggunakan kotak bermuatan pegas yang disebut magasin. Senapan mesin biasanya dibagi menjadi senapan mesin tugas berat, senapan mesin ringan, dan senapan sub-mesin.
Senapan mesin berat (HMG) ditempatkan di tanah, didukung pada tripod, atau pada kendaraan. Kendaraan akan memiliki penyangga untuk senapan dengan alas atau turret yang berputar. Senapan mesin berat sering membutuhkan dua orang untuk mengoperasikannya, satu untuk membantu memuat amunisi, dan satu untuk membidik dan menembak. Selalu dibutuhkan dua orang atau lebih untuk membawanya. Contoh terkenal termasuk senapan mesin M2 Browning, MG42, M1919 Browning, minigun M134, senapan mesin berat Tipe 92, dan senapan Maxim.
Senapan mesin ringan (LMG) biasanya dibawa dan ditembakkan oleh satu orang. Terlepas dari namanya, LMG hampir selalu diistirahatkan pada bipod atau tripod saat menembak karena pistol biasanya terlalu berat untuk ditembakkan sambil berdiri, meskipun beberapa LMG seperti Bren LMG dan BAR cukup ringan untuk ditembakkan tanpa bipod atau tripod ketika selempang dikenakan di sekitar pengguna. Contoh terkenal termasuk Bren, BAR, SAW M249, M240, RPD, RPK, PK, dan M-60.
Senapan mesin ringan (SMG) adalah senjata yang lebih ringan yang menembakkan peluru yang kurang kuat (biasanya peluru pistol). Senjata ini jauh lebih mudah disembunyikan dan dibawa daripada versi yang lebih berat. Senapan mesin ringan memiliki pegangan (stock), dan dibawa oleh tentara atau petugas polisi. Contoh yang terkenal termasuk Uzi, Heckler & Koch MP5, Thompson (alias Tommy gun), MAC-10, PPSh, dan MP-40.
Senapan serbu memiliki kemampuan otomatis tetapi tidak disebut senapan mesin. Senapan ini digunakan terutama dalam tembakan semi-otomatis, dan juga biasanya menembakkan peluru yang lebih ringan daripada senapan mesin.
Banyak senapan mesin berat, seperti senapan mesin kaliber Browning M2 .50, cukup tepat untuk mencapai target yang jauh. Selama Perang Vietnam, Carlos Hathcock menembak pada ketinggian 7382 kaki (2250 m) menggunakan senapan mesin berat kaliber .50 dengan penglihatan teleskopik.
,_Special_Boat_Team_22_conducts_training_16_AUG_09.jpg)

