Kalahasti adalah sebuah tempat di negara bagian Andhra Pradesh, India. Tempat ini merupakan tempat ziarah bagi umat Hindu. Di Kalhasti, terdapat kuil Siwa yang terkenal dan kuno, dewa umat Hindu. Kuil ini merupakan salah satu dari lima kuil Siwa di India selatan yang secara kolektif dikenal sebagai Pancha Bootha Sthalams. Empat kuil lainnya berada di Kanchipuram, Thiruvanaikaval, Tiruvannamalai, dan Chidambaram.

Di kuil ini, orang-orang memuja Siwa dalam bentuk linga. Ada banyak cerita mitologi tentang linga ini. Salah satu cerita mengatakan bahwa seekor gajah, ular, dan laba-laba biasa memuja linga ini. Dewa Siwa memberkati mereka dengan moksha (pembebasan).

Kisah lain menceritakan tentang seorang suci bernama Kannappa. Ia mengeluarkan matanya dan mempersembahkan hal yang sama kepada linga. Pada pengorbanan tertinggi ini, Shiva menjadi sangat bahagia. Dia muncul dalam bentuk manusia, dan memulihkan penglihatan Kannappa. Kannappa disembah sebagai salah satu dari 63 orang suci saiva di Tamil Nadu.

Kuil Sri Kalahasti, 36 km jauhnya terkenal dengan kuil Vayudeva, yang merupakan satu-satunya kuil dewa angin di India. Dibangun pada abad ke-12 oleh raja Chola, Rajarajendra, Vayu menjelma sebagai Dewa Siwa dan disembah sebagai Kalahasteeswara.

Ini adalah kuil penting yang didedikasikan untuk Dewa Siwa. Kuil ini memiliki salah satu unsur linga, vayu (udara) linga. Ada lampu di dalam tempat suci bagian dalam yang terus berkedip-kedip meskipun tidak ada pergerakan udara di dalamnya. Linga udara dapat diamati bergerak bahkan ketika pujaris menutup pintu masuk ke ruang Dewa utama, yang tidak memiliki jendela. Anda dapat melihat api pada beberapa lampu ghee berkedip-kedip seolah-olah ditiup oleh udara yang bergerak. Linga berwarna putih dan dianggap sebagai Swayambhu, atau terwujud dengan sendirinya.

Kalahasti dikelilingi oleh dua bukit suci. Kuil Durgamba berada di bukit utara. Di bukit selatan terdapat kuil Kannabeswara, untuk mengenang Sage Kannappa, yang mempersembahkan sebuah mata kepada Tuhan. Ketika ia mencoba mempersembahkan matanya yang lain juga, Tuhan dengan penuh belas kasihan menghentikannya. Ada juga kuil yang didedikasikan untuk Subramanya di salah satu bukit di sekitarnya.

Kelinga utama tidak tersentuh oleh tangan manusia, bahkan oleh pendeta. Abhisheka (pemandian) dilakukan dengan menuangkan campuran air, susu, kamper, dan panchamrita. Pasta sandal, bunga dan benang suci dipersembahkan kepada utsava-murti, bukan kepada linga utama.

Kuil ini merupakan salah satu kuil Siva yang paling mengesankan di India. Kuil ini memiliki gopuram (menara) kuno yang sangat besar di atas gerbang utama. Menara ini memiliki tinggi 36,5 m (120 kaki). Seluruh kuil diukir dari sisi bukit batu besar. Dibangun pada tahun 1516 oleh Raja Krishnadeva Raya.

Kuil ini dikelola oleh para Brahmana Saivite yang berpakaian rapi.