Harlem Renaissance adalah nama untuk gerakan dalam budaya Afrika-Amerika pada tahun 1920-an dan 1930-an yang memiliki pengaruh besar pada sastra, filosofi, dan musik Afrika-Amerika. Renaisans Harlem juga disebut "Renaisans Sastra Hitam", '"Gerakan Negro Baru" dan "Bunga sastra Negro".

Gerakan ini dimulai di Harlem, New York setelah Perang Dunia I. Pada tahun 1925, sebuah buku diterbitkan berjudul "The New Negro", diedit oleh Alain Locke. Buku ini adalah kumpulan tulisan orang Afrika-Amerika yang melihat pengalaman hidup masyarakat mereka sejak Perang Saudara. Dari tahun 1925 dan seterusnya, ada gerakan yang disebut "Gerakan Negro Baru", yang dinamai sesuai dengan nama buku tersebut.

Gerakan ini mulai mempengaruhi pemikiran banyak penulis dan seniman Afrika-Amerika dari segala jenis. Mereka menantang pemikiran banyak orang kulit putih Amerika terhadap orang kulit hitam Amerika. Mereka menolak diperlakukan seolah-olah mereka tidak setara. Mereka menolak untuk hanya meniru jenis tulisan, seni, dan musik yang dilakukan orang kulit putih Amerika. Mereka ingin merayakan fakta bahwa budaya Afrika mereka telah bertahan melalui tahun-tahun perbudakan yang mengerikan, dan sedang "dilahirkan kembali". (Kata "Renaissance" berarti "kelahiran kembali" dan umumnya digunakan untuk waktu dari tahun 1400 hingga 1600 di Eropa).