Glasir adalah lapisan atau pelapis yang digunakan pada tembikar atau keramik. Glasir dapat disebut enamel vitreous atau enamel porselen. Kaca bubuk dilebur ke keramik dengan pembakaran antara 750 dan 850 °C (1.380 dan 1.560 °F). Serbuk meleleh, mengalir, dan kemudian mengeras menjadi lapisan vitreous yang halus dan tahan lama pada logam, atau pada kaca atau keramik. Hal ini dilakukan di dalam tanur.

Ada banyak jenis glasir yang berbeda, ada yang digunakan untuk dekorasi dan ada juga yang digunakan untuk membuat tembikar kedap air sehingga dapat menahan cairan. Glasir berfungsi untuk mewarnai, menghias, memperkuat atau membuat kedap air.

Glazur penting untuk bejana gerabah, karena kalau tidak, bejana tersebut akan bocor. Glasir juga digunakan pada periuk dan porselen. Selain aspek fungsional dari glasir, glasir dapat membentuk berbagai permukaan akhir, termasuk tingkat kilap dan matte serta warna. Glasir juga dapat meningkatkan desain atau tekstur yang mendasarinya.

Glasir digunakan pada bahan bangunan. Pagoda Besi, yang dibangun pada tahun 1049 di Kaifeng, Tiongkok, dari batu bata berlapis glasir adalah contohnya.

Bahan baku glasir keramik umumnya termasuk silika, yang membentuk kaca saat dibakar. Oksida logam, seperti natrium, kalium dan kalsium, bertindak sebagai "fluks" untuk menurunkan suhu leleh. Alumina, sering kali berasal dari tanah liat, membuat glasir cair menjadi kaku untuk mencegahnya mengalir dari potongan. Warna berasal dari oksida besi, tembaga karbonat atau kobalt karbonat. Timah oksida atau zirkonium oksida membuat glasir menjadi buram.