Karakter
Dalam fiksi, selalu ada karakter. Biasanya ada tokoh protagonis, atau pahlawan. Terkadang ini adalah sekelompok orang, bukan satu orang. Anda biasanya mendukung sang pahlawan (atau pahlawan.) Sang protagonis harus menghadapi beberapa jenis musuh, biasanya karakter lain yang disebut antagonis. Pertarungan antara protagonis dan musuh mereka disebut konflik.
Plot
Plot adalah istilah sastra. Plot adalah peristiwa-peristiwa yang membentuk sebuah cerita, khususnya yang berhubungan satu sama lain. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat membentuk suatu pola. Pola itu bisa berupa urutan, melalui sebab dan akibat, atau bagaimana pembaca memandang cerita, atau hanya kebetulan. (Misalnya, di awal. seekor anak anjing yang digantung di dahan pohon. Di tengah, seseorang melihat anak anjing itu akan jatuh. Di akhir, seseorang menyelamatkan anak anjing itu).
Aristoteles tentang plot
Dalam Poetics-nya, Aristoteles menganggap plot (mythos) sebagai elemen terpenting dari drama-lebih penting daripada karakter, misalnya. Menurut Aristoteles, sebuah plot harus memiliki awal, tengah, dan akhir, dan peristiwa-peristiwa dalam plot harus berhubungan secara kausal satu sama lain, baik yang diperlukan maupun yang mungkin terjadi.
Yang paling penting bagi Aristoteles adalah kemampuan plot untuk membangkitkan emosi dalam jiwa penonton. Dalam tragedi, emosinya adalah rasa takut dan kasihan, emosi yang ia pertimbangkan dalam Retorikanya.
Freytag pada plot
Gustav Freytag menganggap plot sebagai struktur naratif yang membagi cerita menjadi lima bagian, seperti lima babak dalam sebuah drama. Bagian-bagian ini adalah: eksposisi (situasi); rising action (melalui konflik); klimaks (atau titik balik); falling action; dan resolusi.
Klimaks
Klimaks adalah bagian yang paling berbahaya dan menarik dari plot. Misalnya, jika Anda berada di rollercoaster, bagian tertinggi adalah klimaks. Klimaks biasanya dekat dengan akhir cerita, karena seluruh cerita telah membangunnya (rising action). Dalam sebuah drama aksi, klimaks adalah titik ketika pahlawan atau pahlawan wanita terlihat seperti akan kalah, dan berada dalam bahaya terbesar.
Konflik
Konflik sangat penting dalam fiksi. Setiap karya fiksi membutuhkan konflik, atau masalah. Ada lima jenis konflik dasar. Di zaman modern ini, ada satu jenis konflik baru, yaitu "Orang vs. Teknologi", yang telah digunakan.
Orang vs Diri Sendiri
Person vs Self adalah ketika karakter menghadapi ketakutan, kebingungan, atau filosofi dirinya sendiri. Kadang-kadang karakter mencoba untuk mencari tahu siapa dirinya, dan kemudian menyadarinya atau mengubahnya. Terkadang karakter berjuang untuk mencari tahu apa yang benar atau salah. Meskipun musuh ada di dalam diri karakter, mereka dapat dipengaruhi oleh kekuatan luar. Perjuangan manusia untuk mengambil keputusan adalah dasar dari jenis konflik ini.
Orang vs Orang
Orang vs Orang adalah ketika pahlawan melawan orang lain. Biasanya ada lebih dari satu kali pahlawan bertemu dengan musuh. Misalnya, jika seorang anak diganggu, itu adalah konflik orang vs orang. Contohnya adalah konflik antara Yehuda dan Messala dalam Ben-Hur.
Orang vs Masyarakat
Person vs Society adalah ketika sumber konflik utama sang pahlawan adalah tradisi atau ide. Sang protagonis pada dasarnya melawan apa yang salah dengan dunia tempat dia tinggal. Masyarakat itu sendiri sering diperlakukan sebagai karakter tunggal, sama seperti orang lain dalam konflik orang vs orang. Contoh dalam sastra adalah Wuthering Heights oleh Emily Brontë.
Orang vs Alam
Orang vs Alam adalah ketika seorang karakter bertarung melawan kekuatan alam. Banyak film yang berfokus pada tema ini. Hal ini juga ditemukan dalam cerita tentang mencoba bertahan hidup di tempat yang jauh dari manusia, seperti cerita pendek Jack London To Build a Fire.
Orang vs Supranatural
Person vs Supernatural adalah ketika seorang karakter melawan kekuatan supernatural. Terkadang, kekuatan ini ada di dalam diri mereka sendiri, bersifat internal. Cerita-cerita seperti itu kadang-kadang digunakan untuk mewakili atau mengkritik teori Freud tentang id vs superego. Drakula karya Bram Stoker adalah contoh yang bagus untuk ini, begitu juga Frankenstein karya Mary Shelley dan Christabel karya Samuel Coleridge. Hal ini juga sangat umum dalam buku-buku komik.
Orang vs Mesin/Teknologi
Orang vs Mesin/Teknologi menempatkan karakter melawan kekuatan robot dengan kecerdasan buatan. I, Robot dan seri Terminator adalah contoh yang baik dari konflik ini.