Era Edwardian di Britania Raya adalah periode yang mencakup pemerintahan Raja Edward VII (1901-1910). "Era Edwardian" biasanya mencakup beberapa tahun sebelum dan sesudah pemerintahannya, hingga Perang Dunia Pertama.
Raja Edward VII sangat berbeda dengan Ratu Victoria. Victoria hampir menjadi seorang pertapa setelah suaminya meninggal, tetapi Edward adalah seorang pemimpin yang penting. Edward dan teman-temannya yang modis mengikuti seni dan mode dari negara-negara Eropa lainnya. Edward menikmati perjalanan, dan kunjungannya ke Paris meningkatkan hubungan antara kedua negara.
Inggris adalah negara yang kuat pada abad kesembilan belas. Ada kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan industri Inggris pada saat ini. Kerajaan Inggris sangat besar dan Angkatan Laut Kerajaan adalah angkatan laut paling kuat di dunia.
Kemakmuran era Edwardian dibangun di atas perdagangan dan manufaktur. Ini adalah industri utama pada saat itu:
- Pertambangan, terutama batu bara, sumber utama tenaga listrik
- Industri besi dan baja
- Pembuatan Kapal
- Memproduksi kain dan kain lainnya dari kapas dan wol.
- Memproduksi barang dan peralatan rumah tangga (seperti keramik dan alat makan).
Luasnya perdagangan ini sangat besar. Kereta api di seluruh dunia dibangun oleh Inggris, dan dilengkapi dengan mesin buatan Inggris. Jerman juga menjadi negara yang kuat, dan Amerika Serikat sudah menjadi raksasa industri. Pada masa Edward VII, kedua negara ini sudah maju secara industri.
Sebagian besar orang Inggris di "era Edwardian" yakin bahwa kemajuan Inggris akan terus berlanjut. Mereka yakin bahwa Inggris akan terus menjadi sangat kuat. Era ini berakhir secara tak terduga dengan Perang Dunia Pertama. Secara ekonomi dan manusia, ini merupakan bencana bagi sebagian besar bangsa-bangsa Eropa.
Ada banyak ketidaksetaraan dalam masyarakat di Inggris pada era Edwardian, seperti yang selalu ada. Orang kaya dan orang miskin memiliki standar hidup yang sangat berbeda pada masa ini. Sebagian besar pria dewasa bisa memilih, tetapi wanita tidak bisa. Kaum Suffragette berjuang untuk mendapatkan hak pilih.

