Karavan (dari bahasa Persia: کاروان) adalah sekelompok orang yang bepergian bersama. Seringkali mereka melakukan ekspedisi perdagangan. Karavan digunakan terutama di daerah gurun dan di seluruh Jalur Sutra. Bepergian dalam kelompok membantu pertahanan terhadap bandit, dengan cara yang sama seperti konvoi di laut membantu melindungi dari pembajakan. Hal ini juga membantu meningkatkan skala ekonomi dalam perdagangan. Pada abad ke-14 ada laporan tentang kafilah-kafilah yang terdiri dari 12.000 unta.
Di zaman bersejarah, karavan melakukan perjalanan melintasi Asia Timur dan Eropa. Mereka sering membawa barang-barang mewah dan menguntungkan, seperti sutra atau perhiasan. Mereka akan menukarnya dengan garam, emas, tembaga atau budak. Pada awalnya gerobak keledai digunakan. Kemudian digantikan dengan unta berpunuk tunggal. Unta bisa menempuh jarak yang sangat jauh dengan air yang sangat sedikit.
Kafilah-kafilah bisa membutuhkan investasi besar dalam bentuk barang dan unta. Mereka adalah target yang kaya bagi para bandit. Keuntungan dari perjalanan perdagangan yang sukses bisa sangat besar. Banyak penguasa di sepanjang rute perdagangan yang penting menciptakan caravanserai (stasiun jalan). Ini adalah tempat di mana kafilah dapat menyegarkan kembali hewan-hewan mereka dan persediaan dapat diisi ulang. Namun, volume yang bisa diangkut oleh kafilah terbatas. Misalnya, sebuah karavan yang terdiri dari 500 unta hanya bisa mengangkut sebanyak sepertiga atau setengah dari barang yang dibawa oleh kapal layar pedagang Bizantium biasa.
Karavan masa kini masih mengangkut barang-barang penting di daerah-daerah yang kurang berkembang di dunia. Contohnya adalah kereta unta yang melintasi tepi selatan Gurun Sahara. Selain itu, karavan modern sering terdiri dari mobil, truk dan bus.

