Caenorhabditis elegans adalah spesies cacing gelang atau nematoda. Ini penting karena banyak penelitian telah dilakukan pada genetika dan perkembangannya.
C. elegans memiliki panjang sekitar 1 mm. Cacing ini bukan parasit, mereka hidup bebas. Mereka hidup di tanah dan memakan bakteri. C. elegans adalah organisme model, digunakan untuk mempelajari perkembangan dan perilaku hewan. C. elegans adalah organisme multiseluler pertama yang para ilmuwan telah mampu mengurutkan seluruh genomnya.
C. elegans memiliki dua jenis kelamin: hermafrodit dan jantan. Hermafrodit membuat sperma ketika berada dalam tahap larva dan membuat ova dalam tahap dewasa. Seekor jantan hanya bisa membuat sperma. Jantan sedikit lebih kecil dari hermafrodit.
Studi menggunakan C. elegans dimulai pada tahun 1965 oleh Sydney Brenner. Di laboratorium, mereka mudah untuk tetap hidup. Pada suhu 25ºC, mereka menghabiskan waktu 14 jam sebagai embrio. Hewan seperti C. elegans yang tidak membutuhkan waktu lama untuk tumbuh dan mudah diberi makan biasanya merupakan organisme yang baik untuk penelitian.
Pada tahun 2002, Hadiah Nobel Kedokteran dianugerahkan kepada Sydney Brenner, Robert Horvitz, dan John Sulston atas karya mereka tentang bagaimana gen C. elegans menyebabkannya tumbuh dan menyebabkan beberapa selnya mati.

