Kemal Atatürk (atau secara alternatif ditulis sebagai Kamâl Atatürk, Mustafa Kemal Pasha sampai tahun 1934, umumnya disebut sebagai Mustafa Kemal Atatürk; 1881 - 10 November 1938) adalah seorang marsekal lapangan dan negarawan Turki yang menjadi Presiden Turki yang pertama dari tahun 1923 sampai kematiannya pada tahun 1938. Dia dikenal sebagai pemimpin yang membebaskan rakyatnya dari kontrol negara lain dan kemudian memulai perubahan yang mendirikan negara bangsa Turki berdasarkan nasionalisme sosial dan ekonomi, lebih modern dan mirip dengan peradaban Barat, terutama Prancis (seperti model sekularisme Prancis yang disebut laïcité).

Mustafa Kemal Atatürk lahir dengan nama Mustafa pada tahun 1881. Tempat kelahirannya adalah di Salonika, Makedonia (sekarang Thessaloniki, Yunani). Salonika adalah bagian dari Kekaisaran Ottoman pada waktu itu. Dia mengambil nama Kemal sebagai anak sekolah dan Atatürk (yang berarti Ayah-Turk) ketika dia menjadi presiden. Nama ayahnya adalah Ali Rıza Efendi. Ibunya bernama Zübeyde Hanım. Ia juga memiliki seorang saudara perempuan yang bernama Makbule (Atadan). Dia menjadi perwira tentara dan perwira umum kekaisaran yang paling sukses dalam Perang Dunia I, bertempur di Gallipoli.

Ketika Kekaisaran Ottoman berakhir setelah perang, Atatürk mengorganisir gerakan nasionalis yang menciptakan Republik Turki yang baru dan sekuler. Ini berarti bahwa pemerintahan negara tidak lagi dipimpin oleh pemimpin turun-temurun atau pemimpin agama. Pengunjung yang datang ke Turki sering terkejut dengan pentingnya Atatürk di Turki masa kini.

Hanya sedikit negara yang memiliki orang seperti itu dalam sejarahnya. Dia adalah seorang komandan militer yang sukses, dan kemudian mendirikan konstitusi demokratis dan melakukan perubahan yang membuat Turki berada di jalan untuk menjadi negara baru dan berkembang. Dia menginspirasi banyak pemimpin di kemudian hari seperti Habib Bourguiba, Gamal Abdel Nasser, Sukarno, dan Mohammad Ali Jinnah.

Keenam prinsipnya masih berlaku hingga sekarang sebagai rambu-rambu untuk membangun pemerintahan yang demokratis: