Selancar angin adalah olahraga air yang ditemukan di Inggris oleh Peter Chilvers pada tahun 1958 di Pulau Hayling, Hampshire. Olahraga ini dilakukan di atas papan dengan layar. Layar memberdayakan papan dan membantu papan mengubah arah. Olahraga ini merupakan kombinasi antara berselancar dan berlayar. Peselancar angin dapat melakukan perjalanan di perairan datar atau kasar, selama ada angin. Selancar angin banyak dilakukan pada musim panas dan musim semi.
Kompetisi selancar angin bisa berupa gaya bebas atau balapan di sekitar pelampung dan ditampilkan di Olimpiade.
Layar selancar angin tersedia dalam berbagai ukuran. Semakin besar layarnya, semakin banyak kekuatan manusia yang dibutuhkan untuk mengendalikannya, tetapi semakin banyak tenaga yang diberikan untuk melaju lebih cepat. Ukuran papan yang berbeda mempengaruhi kecepatan. Sekali lagi, semakin tipis papannya, semakin cepat Anda akan melaju. Kisaran ketebalan tergantung pada bahan yang digunakan.
Olahraga lain yang mirip dengan selancar angin adalah selancar layang-layang. Semua olahraga ini memiliki papan yang beragam ukuran dan harganya, tetapi semuanya membutuhkan banyak latihan untuk dilakukan dengan baik. Ada banyak tempat olahraga di seluruh dunia yang dikunjungi orang hanya untuk berselancar. Beberapa tempat terbaik adalah di pantai barat Amerika Serikat, Hawaii, Australia, dan Indonesia.

