Seperti yang terlihat dari Bumi, gerhana matahari /ee-klips/ terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari. Hal ini membuat Bulan sepenuhnya atau sebagian (sebagian) menutupi matahari. Gerhana matahari hanya bisa terjadi saat bulan baru. Setiap tahun terjadi sekitar dua kali gerhana matahari. Kadang-kadang bahkan ada lima gerhana matahari dalam setahun. Namun, hanya dua di antaranya yang bisa menjadi gerhana matahari total, dan sering kali satu tahun akan berlalu tanpa gerhana total.

Area di mana gerhana total hanya berupa jalur sempit di sepanjang Bumi. Totalitas hanya berlangsung beberapa menit. Di luar jalur ini, semua gerhana bersifat parsial, dan tempat-tempat yang jauh dari jalur tidak mendapatkan gerhana sama sekali. Jalur ini dapat diprediksi bertahun-tahun sebelum terjadi. Gerhana total terakhir adalah gerhana matahari 2 Juli 2019. Gerhana berikutnya akan terjadi pada 26 Desember 2019.

Gerhana matahari total adalah fenomena (peristiwa) alam. Dahulu kala, gerhana matahari dianggap terjadi karena sesuatu yang gaib atau sebagai tanda bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Hal ini masih dipercayai di beberapa kebudayaan hingga saat ini. Gerhana matahari total dapat menakut-nakuti orang yang tidak tahu apa artinya, karena Matahari seolah-olah menghilang pada siang hari dan langit berubah menjadi gelap hanya dalam beberapa menit. Orang lain suka pergi ke jalur gerhana untuk mendapatkan pemandangan yang bagus.

Gerhana matahari terjadi di suatu tempat di Bumi hampir setiap tahun, dan gerhana matahari yang sangat mirip terjadi setiap 18 tahun, 11,3 hari. Periode ini disebut siklus Saros.