Tujuh Dewa Keberuntungan (七福神, Shichi Fukujin), yang biasa disebut Tujuh Dewa Keberuntungan dalam bahasa Inggris, mengacu pada tujuh dewa keberuntungan dalam mitologi dan cerita rakyat Jepang. Mereka sering menjadi subjek ukiran netsuke.
Masing-masing memiliki karakteristik tradisional:
- Ebisu, dewa nelayan atau pedagang, sering diperlihatkan membawa ikan kod atau ikan bass laut.
- Daikokuten (Daikoku), dewa kekayaan, perdagangan dan perdagangan. Ebisu dan Daikokuten sering dipasangkan dan direpresentasikan sebagai ukiran atau topeng di dinding toko-toko ritel kecil.
- Bishamonten, dewa para pejuang.
- Benzaiten (Benten-sama), dewi pengetahuan, seni dan keindahan, terutama musik.
- Fukurokuju, dewa kebahagiaan, kekayaan dan umur panjang.
- Hotei, dewa kelimpahan dan kesehatan yang baik yang gemuk dan bahagia.
- Jurōjin (Gama), dewa umur panjang.
Banyak tokoh-tokoh dalam mitos Jepang ditransmisikan dari Cina (beberapa telah memasuki Cina dari India), termasuk semua Tujuh Dewa Keberuntungan kecuali Ebisu. Dewa lain, Kichijōten, dewi kebahagiaan, kadang-kadang ditemukan digambarkan bersama dengan tujuh dewa tradisional, menggantikan Jurōjin.
Ketujuh dewa sering digambarkan di atas kapal mereka, Takarabune (宝船), atau "Kapal Harta Karun". Tradisi mengatakan bahwa ketujuh dewa akan tiba di kota pada Tahun Baru dan mendistribusikan hadiah-hadiah fantastis kepada orang-orang yang layak. Anak-anak sering menerima amplop merah bertuliskan Takarabune yang berisi hadiah uang di sekitar Tahun Baru. Takarabune dan para penumpangnya sering ditampilkan dalam seni di lokasi yang berbeda, mulai dari dinding museum hingga karikatur yang menggemaskan.

