Kolam penguapan garam (atau kolam saltern) adalah kolam dangkal buatan manusia. Biasanya terletak di dekat laut. Kolam dapat diisi dengan air garam. Airnya kemudian dibiarkan menguap. Garamnya tertinggal, dan dapat dipanen. Tambak-tambak seperti ini juga menyediakan habitat bagi beberapa jenis hewan. Sebagian besar hewan-hewan ini adalah burung.

Warnanya menunjukkan berapa banyak garam yang tersisa di dalam air. Warna hijau berasal dari ganggang khusus. Ganggang ini ada di kolam salinitas rendah hingga menengah (kolam dengan sedikit garam di dalam air). Di tambak salinitas menengah hingga tinggi, ganggang yang disebut Dunaliella salina mengubah warna menjadi merah. Jutaan udang air asin kecil menciptakan warna oranye di tambak salinitas menengah. Bakteri lain seperti Stichococcus juga menyumbangkan warna. Warna-warna ini sangat menarik bagi penumpang pesawat terbang atau astronot yang lewat di atas karena formasi bentuk dan warnanya yang agak artistik.

·        

Kolam di Ile de Ré di Prancis.

·        

Kolam garam di daerah Teluk San Francisco. Warna-warna yang berbeda berasal dari berbagai jenis mikroorganisme di tambak.

·        

Kolam lain di Aigues-Mortes, di Prancis.

·        

Garam, setelah dikumpulkan (yang satu ini di Batz-sur-Mer, di Prancis.

·        

Seorang pria memanen garam di sebuah kolam di Aljazair.

·        

Salineras de Maras, Maras, Peru.